Samgar

Posted on

Ayat bacaan: Hakim Hakim 3:31
========================
“Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.”

samgar

“Apa sih yang saya punya..saya tidak akan pernah bisa menang bersaing untuk mendapatkannya..” kata seorang teman yang sudah patah semangat duluan dalam mendekati gadis yang ia sukai. Ini hanya contoh kecil dalam satu jenis persaingan karena dalam hidup ini kita akan sering berhadapan dengan begitu banyak kejadian dimana kita harus cukup tangguh dan kuat untuk menghadapi persaingan. Apalagi sekarang era globalisasi, dimana persaingan menjadi semakin luas. “Only the strong survive”, kata sebagian orang, dan memang seperti itulah kelihatannya. Kita menyaksikan banyak jagoan yang sanggup mengalahkan ratusan musuh sendirian, tetapi itu kan hanya terjadi di film-film saja. Begitu pikir kita. Kita seringkali mengukur diri kita terlalu rendah, merasa tidak mampu bahkan sebelum mencoba. Sedihnya itu kita anggap sebagai hal yang logis. Menang dalam persaingan sengit hanya mimpi, dongeng atau apapun yang tidak logis dan realistis.

Kemarin kita sudah melihat sendiri bahwa kita adalah hasil dari benih pemenang. Benih yang menang dari persaingan dengan 300 juta benih lainnya. Tanpa sadar kita ternyata sudah menang bahkan sebelum mengerti apa-apa. Hari ini mari kita lihat seorang tokoh yang mungkin tidak seterkenal beberapa tokoh besar dalam Alkitab seperti Musa, Abraham, Yusuf, Daud dan sebagainya. Tapi meskipun demikian, tokoh ini ternyata sangat fenomenal karena mampu mengalahkan 600 orang hanya dengan bersenjatakan tongkat penghalau lembu. Namanya Samgar.

Nama Samgar memang kalah populer dari nama-nama besar lainnya yang sudah sangat kita kenal. Itu tidaklah mengherankan, karena Samgar hanya muncul dua kali dalam alkitab, yaitu pada kitab Hakim Hakim 3:31 yang menjadi ayat bacaan hari ini, dan kemudian disebutkan sekali lagi dalam nyanyian Debora di dalam Hakim Hakim 5:6. Namun meski demikian, apa yang dilakukan Samgar tetap tercatat di dalam alkitab. “Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.” (Hakim Hakim 3:31). Ia mampu menewaskan 600 orang Filistin dengan hanya bersenjatakan tongkat penghalau lembu. Rasanya pendekar-pendekar kungfu bersenjata tongkat bahkan pedang pun sulit menyamainya. Apakah Samgar juara kungfu? Saya yakin tidak. Apakah dia ahli ilmu bela diri? Itupun saya rasa tidak.. Lantas apa yang membuatnya mampu mengalahkan demikian banyak? Saya percaya semua itu karena bantuan Tuhan. Dia percaya pada penyertaan Tuhan, dia siap dan maju menghadapi lawan-lawannya, dan pada akhirnya ia memenangkan peperangan dengan mencatat hasil yang sangat mencengangkan. Tidak saja Samgar yang selamat, tapi juga menyelamatkan orang Israel.

Menghadapi peperangan atau persaingan menjadi bagian dalam hidup kita sehari-hari. Seringkali semakin tinggi anda menapak naik, semakin besar dan berat pula tingkat persaingannya. Tapi ingatlah bahwa kata mencengangkan, mengherankan, ajaib, itu semua bukanlah hal baru bagi Tuhan. Baik di masa lalu, seperti yang tertulis sepanjang alkitab yang tebal ini, bahkan hingga hari-hari ini, Tuhan tetap menunjukkan bahwa Dia mampu menjungkirbalikkan logika manusia dengan rangkaian mukjizat dan keajaiban yang terus Dia lakukan. Yesus pun berkata: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” (Lukas 18:27). Dan kita tahu, nothing is impossible with God. 600 masalah sekalipun akan mampu kita atasi apabila kita percaya dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Bersaing dengan 600 orang bukan hal yang tidak mungkin kita menangkan. Jika kita mengacu pada yang dicatat dalam alkitab, Tuhan telah berulang kali menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dan tidak mampu Dia lakukan. Lihatlah siapa yang Dia pilih untuk mengalahkan raksasa Goliat yang juga orang Filistin. Bukan panglima perang tinggi besar, tapi Daud, yang ketika itu masih muda, yang masih kemerah-merahan. (1 Samuel 17:42). Contoh lain, lihatlah kisah Gideon (Hakim-Hakim 6-8), bagaimana Tuhan menyuruh Gideon mengumpulkan hanya 300 prajurit saja, untuk menghadapi orang Midian dan Amalek yang seperti belalang banyaknya atau bahkan seperti pasir di tepi laut banyaknya. Dari yang bukan kisah peperangan pun sama. Yusuf dijual saudaranya ke Mesir, ia hanya sendirian, namun ia memenangkan perjuangan hidup dan menjadi raja. Nuh disuruh membangun kapal yang luar biasa besar pada usianya yang sudah lanjut, ia hanya sendirian, mungkin hanya dibantu oleh anak-anaknya, namun ia mampu. Banyak lagi kisah-kisah yang bisa mendasari kita untuk mampu tampil sebagai pemenang mengatasi berbagai persoalan, bahkan yang kelihatannya tidak mungkin sekalipun. Intinya, dengan adanya penyertaan Tuhan, jika kita percaya sepenuhnya pada Tuhan, maka kita pasti berhasil mengatasi masalah apapun. Mungkin kita pun sendirian bergumul saat ini dengan permasalahan, namun sebenarnya kita tidak pernah sendirian, karena Yesus tetap ada bersama kita. “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Matius 28:20)

Tuhan dapat memakai siapapun secara luar biasa. Kita mungkin bukanlah orang yang luar biasa bisa segalanya, kita bukan bangsawan yang kaya raya, mencapai jenjang pendidikan yang tertinggi sejagat, orang terpintar yang pernah hidup, IQ paling tinggi sepanjang sejarah dan lain-lain. Kita mungkin hanyalah orang biasa yang tidak dikenal orang, namun kita bisa menjadi orang biasa seperti Samgar, yang mengandalkan Tuhan dan percaya sepenuhnya dalam menghadapi masalah lalu keluar secara mencengangkan sebagai pemenang. Bagi orang dunia mungkin kita yang mengandalkan Tuhan sepenuhnya tidaklah terkenal, bahkan mungkin direndahkan, namun percayalah, Tuhan mengenal dan berkenan pada anak-anakNya yang mengasihi dan percaya padaNya. Berbagai hal ajaib Tuhan pakai untuk menyatakan diriNya. Bahkan Tuhan lebih suka memakai orang-orang lemah atau bodoh untuk menunjukkan siapa Dia. “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat” (1 Korintus 1:27). Semua ini mengajarkan kita agar menggantungkan iman bukan kepada akal dan logika manusia, tetapi pada kekuatan Allah. (1 Korintus 2:5). Untuk mampu dipakai Allah secara luar biasa dan untuk mampu lepas dari masalah, kuncinya hanyalah tetap berusaha sebaik-baiknya sambil terus mengandalkan hikmat Allah, bukan pada kekuatan sendiri atau kemampuan manusia yang terbatas. Untuk itu, janganlah pernah putus asa, jangan pernah menyerah, jangan pernah kecil hati, karena dengan iman yang benar, Tuhan pun akan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ajaib lewat hidup kita. Dan jika Tuhan yang berada bersama kita, anda akan tercengang melihat bahwa anda mampu menang lebih dari yang anda kira.

Bersama Tuhan ada kemenangan yang mencengangkan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.