Salam Tiga Jari: Tanah yang Baik bagi Persatuan

Joko-Widodo-Dwi-Prasetya_JIBI_Bisnis1

Rabu, 23 Juli 2014, Hari Biasa Pekan XVI
Yeremia 1:1.4-10; Mzm 71:1-6ab.15ab.17; Matius 13:1-9

“Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Matius 13:8)

TUHAN Yesus memberikan pengharapan kepada kita. Kita diajak menjadi tanah yang baik agar benih yang ditaburkan dalam hidup kita berbuah belipat berlimpah.

Bangsa ini sedang dibawa menuju suatu perubahan mental agar menjadi tanah yang baik bagi pohon perdamaian, persatuan, persaudaraan dan penyejahteraan rakuat.

Pilpres 2014 telah membuahkan hasil sesuai dengan rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU. Hasilnya: Pasangan Jokowi-JK terpilih sebagai Presiden RI periode 2014-2019.

Kemenangan itu tak lepas dari partisipasi politik rakyat secara cerdas. Seberapa pun selisih kemenangan itu, dengan segala catatan yang diberikan oleh pihak lawan, buahnya adalah kegembiraan. Poitik yang jujur menjadi bagian dari kebudayaan.

Dalam pidatonya, Jokowi-JK menyerukan “Salam tiga jari” sebagai salam persatuan Indonesia. Itulah optimisme dan bahkan pengharapan kita. Salam tiga jari, persatuan Indonesia dalam keragaman.

Adorasi Ekaristi Abadi pun merupakan tanah yang baik bagi kita agar berbuah berlipat berlimpah. Doa-doa dan sembah sujud di hadirat Kristus dalam Sakramen Mahakudus memberi pupuk rohani bagi tanah kehidupan kita. Dengan demikian, tanah kehidupan kita menjadi baik sehingga pohon cinta kasih yang ditanam padanya berbuah berlimpah.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagii-Mu atas hasil Pilpres 2014.

Semoga Presiden Terpilih Jokowi-Jusuf Kalla menjadi tanah yang baik bagi pohon pengharapan rakyat Indonesia yang membuahkan keadilan, kesejahteraan, kerukunan dan kedamaian, kini dan sepanjang masa. Amin.

Kredit foto: Dwi Prasetyo/Bisnis

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.