Saksi

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 1:8
==========================
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

saksi

Apa yang anda lakukan ketika melihat terjadinya kecelakaan lalu lintas tepat di depan anda? Kebanyakan orang akan segera menghindar dari lokasi kejadian karena takut terbelit masalah. Jangan-jangan malah kita yang kena getahnya nanti. Atau kalaupun tidak, tetap saja kita harus repot berurusan dengan polisi sebagai saksi. Seorang teman saya pernah bercerita mengenai hal ini. Pada dini hari ia melihat seorang ibu dan bapak yang membawa sayur-sayuran mengendarai motor ditabrak mobil di sebuah persimpangan jalan, tepat di depan matanya. Ia melihat ibu dan bapak tersebut tergeletak tidak bergerak berlumuran darah. Ia pun bergegas memanggil satpam sebuah hotel yang terletak tidak jauh dari situ, dan ternyata si satpam pun terlihat ragu untuk mendatangi lokasi. Teman saya kemudian pergi meninggalkan lokasi. Ketika saya tanya, mengapa tidak menolong mereka atau setidaknya menelepon polisi? Ia hanya berkata, “bisa panjang urusannya nanti.. salah-salah malah saya yang dituduh.” katanya.

Menjadi saksi memang biasanya tidak mudah, bisa panjang urusannya. Salah-salah malah kita yang terlibat masalah, dan itu sudah sering terjadi. Sebagai saksi kita harus berbicara mengenai kebenaran, apa adanya sesuai fakta yang kita lihat atau ketahui, sementara kita tahu bahwa di dunia ini tidak semua orang menyukai kebenaran. Tuhan Yesus begitu dibenci oleh orang-orang Farisi dan para ahli Taurat karena menyuarakan kebenaran mengenai Kerajaan Allah. Mereka berkomplot dan berusaha membunuh Yesus dalam beberapa kali kesempatan. Dan hingga hari ini kita seringkali melihat bagaimana seorang saksi justru mendapat ancaman pembunuhan atau teror lewat kesaksiannya.

Tidak mudah, bahkan berat. Itulah yang harus dialami seorang saksi. Tetapi biar bagaimanapun beratnya, kita harus menyadari bahwa Tuhan Yesus telah memberikan panggilan sebagai saksi kepada kita semua, murid-muridNya yang berada pada masa kita di muka bumi ini. Lihatlah pesan Yesus sebelum Dia terangkat ke surga. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8). ini adalah sebuah pesan yang sangat penting dan rinci dari Yesus. Dan ini juga merupakan pesan terakhirNya di muka bumi ini, itu artinya sebagaimana pesan atau amanat terakhir orang yang akan pergi, pesan ini tentulah teramat sangat penting untuk kita lakukan.

Mengapa saya katakan rinci? Karena dalam ayat ini Yesus jelas menggambarkan langkah-langkah panggilan kita sebagai saksi secara step by step. Langkah pertama adalah di Yerusalem dulu, yang mengacu kepada lingkungan atau kota di mana kita tinggal. Lalu dari situ kita meningkat kepada skop yang lebih besar yaitu seluruh Yudea, berbicara mengenai bangsa atau negara, lalu Samaria, menggambarkan bangsa-bangsa lain di luar Kristus dan dari sana barulah kita mencapai tahap terakhir, yaitu sampai ke ujung bumi. Kita tidak bisa bermimpi untuk memberi dampak secara global jika kita tidak memulainya dari area terkecil, yaitu lingkungan keluarga, pertemanan dan kota terlebih dahulu. Di area kecil ini saja menjalani kehidupan sebagai saksi tentu tidak mudah, apalagi pada area-area yang lebih besar selanjutnya. Tapi meski sulit, ini sudah menjadi kewajiban kita sebagai pengikut Kristus, yang suka atau tidak suka seharusnya sudah menjadi sesuatu yang kita pentingkan dalam hidup kita.

Sulit, itu pasti. Tetapi lihatlah bahwa kita tidak diminta untuk berjalan sendirian. Pesan Kristus di atas dimulai dengan “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Ada kuasa yang diberikan kepada kita yang akan memampukan kita untuk menjalani kehidupan sebagai saksi apabila Roh Kudus telah turun dan berdiam (dwell) dalam kita. Kuasa seperti apa? Sesungguhnya apa yang diberikan Kristus adalah serangkaian kuasa luar biasa di atas kemampuan manusia biasa. “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.” (Lukas 10:19). Bagi kita yang percaya pada Kristus juga dikatakan akan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti apa yang Tuhan Yesus lakukan, bahkan dikatakan pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. (Yohanes 14:12). Ada kuasa luar biasa yang tak terbatas ketika kita percaya pada Yesus dan menerima Roh Kudus dalam diri kita, dan itulah yang akan menyempurnakan kita untuk mampu menjalani peran sebagai saksi-saksi Kristus di muka bumi ini.

Jangan lupakan pula bahwa kita bisa mulai untuk menjadi saksi ketika kita memiliki kehidupan yang mencerminkan karakter pribadi Kristus, ketika kita memiliki buah-buah Roh seperti yang digambarkan dalam Galatia 5:22-23. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Karakter yang penuh dengan buah Roh seperti itu akan menjadi sebuah kesaksian tersendiri di mata dunia yang dikuasai oleh hal-hal sebaliknya. Dan karakter seperti ini bisa kita miliki apabila kita “menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (ay 24) dan “hidup dipimpin oleh Roh.” (ay 25).

Peran sulit sebagai saksi telah disematkan pada diri setiap orang percaya. Sudahkah kita melakukannya? Ini adalah sebuah panggilan berat yang memang bisa sangat menyulitkan kita. Ada kalanya kita harus siap diperlakukan tidak adil, diejek, bahkan mungkin mendapat ancaman dan berbagai penderitaan lainnya. Tetapi Yesus mengingatkan bahwa justru dalam keadaan demikianlah kita bisa mendapat kesempatan untuk bersaksi. (Lukas 21:13). Ingat pula bahwa kita tidak sendirian dalam melakukannya, karena selain Roh Kudus turun atas kita, Yesus juga telah mengatakan “Aku menyertai kamu enantiasa sampai akhir zaman.” (Matius 28:20). Sebesar apapun resiko yang harus kita hadapi, kita tidak bisa menyangkal bahwa kehadiran kita sebagai saksi akan memiliki peran sangat penting dalam mewartakan kebenaran. Kesaksian sekecil apapun dari kita bisa menjadi sebuah awal baru bagi perubahan dan pertobatan orang lain. Hari ini marilah kita sama-sama renungkan, apakah kehidupan kita sudah menjadi saksi bagi Kristus? Mulailah dari lingkungan terkecil anda terlebih dahulu, dan teruslah meningkat seperti yang dikehendaki Tuhan.

Menjadi saksi di muka bumi merupakan panggilan bagi setiap orang percaya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: