Sajak Seorang Bisu kepada Kekasihnya yang Buta Huruf

Aku si bisu yang cuma bisa menuliskan pemikiran perasaan dan sebagainya tanpa bisa berkata-kata sedangkan engkau kekasihku, bening mata engkau tak mengenal huruf, mana mengerti o sajak-sajak serindu-secinta apapun usahaku menuliskannya.

Tahukah engkau yang paling orang rindukan ialah sesuatu yang paling jauh dari kenyataan seperti engkau, kekasihku, sering kubayangkan jemari engkau yang berbahagia rancak menulis mengubah perasaan menjadi sajak-sajak manis.

Tahukah engkau apakah yang sedang kurindukan ialah yang jatuhnya sedang terjauh dari jangkauan seperti engkau, kekasihku, seringlah kuharapkan pada telinga engkaulah bibirku sajakku bergetaran menghaturkan udara yang bisu. dan gugup.

“Pada suatu keajaiban engkau bisa membaca syair kutuliskan dengan bening air, hangat yang terlahir di pipi langit soreku” bisikmu. Ah engkau cukup mahir bikin bebunyian, menumbuhkan kuncup-kuncup anyelir.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.