Sabtu 26 Juli 2014 PW St. Yoakim & Anna: Melihat dan mendengarkan seperti Yesus

PhotoGrid_1404834197678

SIRAKH 44:1.10-15; Mazmur 132:11.13-14.17-18; Matius 13:16-17

“Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Matius 13:16-17)

Yesus mengajak kita untuk memiliki cara pandang baru bersama-Nya. Cara pandang baru itu ditentukan oleh yang kita lihat dan kita dengar. Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Penglihatan dan pendengaran yang seperti apakah yang mendatangkan rasa bahagia dan kebahagiaan itu? Jawaban yang bisa diberikan dalam konteks iman Kristiani tentu saja jelas: penglihatan dan pendengaran yang berpusat pada Yesus Kristus.

Hanya bila kita berusaha semakin serupa dengan Yesus Kristus, maka kita akan sungguh mengerti arti sabda ini. Dalam bahasa Inggris, sabda ini diterjemahkan: “Blessed are your eyes, because they see, and your ears, because they hear.”

Kata bahagia diterjemahkan dengan “blessed” yang bermakna “terbekatilah”. Penglihatan dan pendengaran yang bahagia adalah penglihatan dan pendengaran yang terberkati!

Melihat dan mendengarkan Yesus Kristus akan selalu membuat hidup kita diberkati dan oleh karenanya kita pun berbahagia! Kebahagiaan itu tidak ditentukan dan diukur oleh hal-hal lain kecuali oleh iman, harapan dan kasih kepada-Nya.

Melihat, mendengarkan dan mengenal Yesus Kristus tidak kita alami dengan mata, telinga dan hidup fisik jasmaniah. Melihat, mendengarkan dan mengenal Yesus kita alami dengan mata, telinga dan hidup rohani, dengan iman, harapan dan kasih.

Dalam iman, harapan dan kasih sebagai orang Katolik, kita melihat, mendengar dan mengalami kehadiran Yesus Kristus terutama dan pertama-tama saat kita merayakan Ekaristi. Kita mendengarkan Dia yang bersabda. Kita melihat Dia dalam Sakramen Mahakudus. Kita bahkan mengalami Dia yang menyerahkan Diri sebagai tebusan kita.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan saat teduh melihat, mendengarkan dan mengalami kehadiran Yesus Kristus dalam hidup kita. Pengalaman itu yang disebut tinggal dalam Kristus. Dengan tinggal dalam Dia, kita pun semakin berbuah berlimpah dalam kehidupan. Banyak yang ingin mengalami dan merasakan daya dan makna Adorasi Ekaristi Abadi. Di banyak tempat, bertambah dan bertumbuhnya gerakan Adorasi Ekaristi Abadi merupakan tanda nyata betapa kian banyak umat menyadari pentingnya membangun relasi mendalam dengan Dia agat boleh melihat dan mendengarkan Sang Sumber Kebahagiaan.

Ya Yesus Kristus, anugerahilah kami rahmat iman, harapan dan kasih agar mampu melihat dan mendengarkan Dikau. Ajarilah kami melihat dengan cara-Mu melihat dan mendengarkan dengan cara-Mu mendengarkan. Dengan demikian kami boleh bahagia karena berkat-Mu, kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.