Sabda-Nya Takkan Sia-sia, Pasti Berbuah Berlimpah

Pedagang kaki lima di Saigon 2

Minggu, 13 Juli 2014
Hari Minggu Biasa XV
Yesaya 55:10-11; Mazmur 65:10-14; Roma 8:18-23; Matius 13:1-23

“Firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11)

DALAM  kejungkel (kerasulan kunjungan keluarga) yang kulaksanakan pada hari Jumat (11/07) lalu di Lingkungan Jagalan Timur, Paroki Kebon Dalem Semarang;  Pasutri (Pasangan suami istri) Katolik Marjoni-Kristin berbagi kisah harapan, iman dan kasih yang unik.

Sehari-harinya, Bu Kristin jualan es dan sop. Ia jualan dari pagi sampai malam, tiap hari. Itulah penghidupan dan penghasilan penting dalam keluarganya.

Uniknya, setiap kali bulan Ramadhan tiba, dia selalu libur jualan.

Alasannya:

  • Demi menghormati bulan Ramadhan dan para tetangga yang menjalankan Ibadah Puasa;
  • Ia memberi kesempatan pada yang lain yang jualan supaya mereka memperoleh rezeki.

Luar biasa mulia motivasinya!

Namun demikian, ia sendiri merasa tidak pernah berkekurangan. Tuhan selalu melipatgandakan rahmat dalam hidup keluarganya.

Nabi Yesaya memberi pengharapan kepada kita bahwa kehendak-Nya pasti akan terlaksana. Kehendak yang mana? Kehendak akan kebaikan, kesejahteraan, kedamaian, keharmonisan, kemenangan yang menumbuhkan pengharapan kepada kita semua.

Singkat frasa: kebahagiaan yang dijanjikan-Nya kepada kita akan terlaksana.

Allah sendiri meyakinkan kita melalui Nabi Yesaya, “Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut- Ku: ia tidak akan kembali kepada- Ku dengan sia- sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes 55:10-11).

Senada dengan Nabi Yesaya, Tuhan Yesus pun meneguhkan kita saat bersabda, “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat” (Matius 13:23). Yesus menjanjikan buah yang berlipat-ganda atas segala kebaikan yang ditaburkan dalam hidup kita.

Allah telah menghujankan rahmat dan berkat kepada kita. Hujan rahmat dan berkat itu akan dan pasti menyuburkan tanah kehidupan kita, sehingga pohon iman, pengharapan dan kasih yang ditaburkan di atas tanah itu akan berbuah berlimpah berlipat ganda.

Adorasi Ekaristi Abadi merupakan salah satu cara mengolah hidup kita agar menjadi tanah yang baik dan subur agar menghasilkan buah berlimpah. Hujan berkat dicurahkan bagi umat dan masyarakat secara berlipat berkat doa-doa di hadirat Yesus Kristus yang hadir dan ditahtakan di Kapel Adorasi Ekaristi Abadi.

Tuhan Yesus Kristus, semoga berkat-Mu selalu tercurah dalam hidup umat dan masyarakat kami, laksana hujan yang menyuburkan iman, harapan dan kasih dalam hidup kami dan berbuah berlipat ganda kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi pedagang kaki limadi Saigon, Vietnam (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.