Sabda Kehidupan, Jumat 26 Mei 2017

IstPeringatan Wajib St. Filipus Neri, ImamWarna Liturgi PutihBacaan I: Kisah Para Rasul 18:9-18Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3.4-5.6-7Bacaan Injil: Yoh 16:20-23a

20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. 21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. 22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. 23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.

Renungan:

Akhir-akhir ini, banyak orang mengekspresikan diri untuk mencari, menemukan dan melihat kebenaran. Mereka turun ke pinggir jalan dengan gagasan dan idealism masing-masing demi sebuah kebenaran. Namun, ibarat memantulkan bola pada tembok, usaha mencari kebenaran dipantulkan kembali dengan situasi dan kondisi yang semakin mengoyakkan diri kita.

Di satu sisi banyak memperjuangkan kebenaran, di sisi lain juga makin banyak kekerasan dan kebencian yang bermunculan.

Hari ini melalui peringatan St. Filipus Neri, Tuhan memberikan kekuatan bagi kita semua untuk tetap tinggal dan mewartakan kasih-Nya. Dalam bacaan pertama Tuhan melalui perantaraan Paulus memberikan jaminan kepada kita dalam mewartakan kasih-Nya, “Jangan pernah takut dan menyerah karena Tuhan menyertai kita”.

Tuhan juga mengingatkan kita semua bahwa pada mulanya adalah baik, sukacita dan gembira. Maka jika kita berada dalam dukacita janganlah kita koyak pada dukacita kita, tetapi kita harus tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena dengan dukacita kita akan menemukan sukacita. Di dalam Tuhan tidak ada permusuhan, tidak ada kebencian, dan tidak ada perpecahan, tetapi di dalam Tuhan ada kebahagiaan, dan kegembiraan.

Semoga Sabda Tuhan hari ini dapat membantu, menuntun dan meneguhkan kita dalam menghadapi setiap persoalan yang tiada pernah berhenti.

Kontemplasi

Duduk dan heninglah sejenak, rasakan kehadiran Tuhan dan lihatlah bahwa Tuhan selalu ada disamping kita untuk membimbing dan menolong kita.

Refleksi

Tuhan selalu ada disamping kita, apakah kita masih meragukan-Nya?

Doa

Tuhan semoga dengan persoalan yang ada, aku semakin bersyukur dan bangga karena Engkau selalu ada untuk menolongku. Tuhan, Engkaulah sumber gembiraku.

Perutusan

Mari bersyukur dan jangan pernah mundur untuk mewartakan kasih-Nya.

Berkah Dalem,

Djoko Surawidjaja

Fr. Djoko Surawidjaja Sarjana akuntansi, frater calon imam diosesa (praja) Keuskupan Agung Semarang; asal Paroki Kebon Dalem, Semarang.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.