Sabda Hidup, Senin 28 Juli 2014

Sesawi biji by TRFC

To
  • Unio KAS
  • stola-duce pwki
  • signis indonesia

This message contains blocked images.

HARI Biasa,warna liturgi Hijau.

Bacaan: Yer. 13:1-11; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 13:31-35. BcO Ayb. 29:1-10; 30:1,9-23

Bacaan Injil Mat. 13:31-35:
31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” 34

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, 35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

Renungan:
Suatu kali, dalam sebuah acara besar dan aku lagi mau memotret, kuliat ada uang koin di depan bangku para tamu. Aku menunduk dan mengambil uang tersebut. Beberapa orang yang kenal aku tersenyum meliat tingkahku itu. Aku cuek aja. Uang yang kutemukan kuambil dan kuberikan kepada salah satu tamu dan kukatakan: walau tampaknya recehan tapi ini sangat berarti. Dia tersenyum. Menerima uang itu dan memasukkannya ke saku celananya. Kuacungkan jempolku kepadanya.

Yang kecil tak bisa diremehkan. Yang kecil selalu menjadi titik awal untuk mencapai hal besar. Biji sesawi adalah biji terkecil. Namun kala ia jatuh ke tanah dan hidup maka pada saatnya burung2 pun hinggap dan bersarang di dahannya (Lih Mat 13:31-32). Yang kecil dan dipelihara akan bertumbuh dengan baik dan bisa menghidupi.

Aku pun merasa pernah ditolong oleh recehan2 kembalian beli di warung. Recehan kembalian jajan di warung, yang selalu kumasukkan dalam roti, pada saat tertentu membantuku menyelesaikan suatu urusan administratif. Pernah juga suatu kali aku sungguh dibantu recehan orang untuk membeli tiket kereta. Tanpa recehan itu aku tidak bisa sampai ke kota yang hendak kutuju. Maka marilah kita tidak meremehkan yang kecil karena dialah titik pijak kita untuk sampai ke hal besar.

Kontemplasi: Berdirilah di depan pohon yang dulu kautanam. Ingatlah kala pertama kali kau menanamnya dan perhatikan ia kini. Bandingkan dengan pertumbuhan hidupmu.

Refleksi: Apa arti hal-hal kecil, receh dan tampak remeh bagi hidupmu?

Doa: Ya Tuhan terima kasih karena Engkau telah mengolahku dengan hal-hal dan kemampuan kecil. Berkat rahmat ketekunan yang Kauberikan akau percaya bisa mengembangkannya. Amin.

Perutusan: Aku akan bertumbuh dengan rahmat perkembangan yang Tuhan berikan kepadaku.

Kredit foto: Biji sesawi (TRFC)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.