Sabda Hidup: Senin, 24 November 2014

tukar uang

PERINGATAN Wajib St. Andreas Dung Lac.

warna liturgi Merah

Bacaan: Why. 14:1-3,4b-5; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 21:1-4.

BcO Dan. 5:1-17,23 – 6:1

Renungan:
Suatu kali aku kebingungan mencari penukar uang. Uang itu kubutuhkan untuk membayar tiket kereta. Aku mencoba bertanya kepada beberapa orang tapi umumnya mengatakan bahwa hari Minggu umumnya tutup. Dalam kebingunganku ada seorang ibu mendatangiku dan menanyai apa kesulitanku. Aku pun menceritakan kesulitanku. Ibu itu mengambil recehan di kantongnya dan memberikannya kepadaku. Saat akan kutukar dengan uangku ia menolak. Ia hanya mau membantuku bukan penukar uang, kilahnya.

Kadang kita itu berharap datangnya pertolongan dari oaran-orang yang menurut kita kuat. Kalau punya kerja kadang kita berharap dukungan dan kehadiran teman atau sahabat. Namun seringkali itu meleset. Seringkali yang menolong dan mendukung kita adalah orang-orang yang seringkali tidak kita perhitungkan. Mereka sering memberi pertolongan dan dukungan lebih dari perkiraan kita.

Janda miskin dipuji Yesus karena memberi derma dari kekurangannya. Walau dalam kacamata umum tak banyak dermanya tp karena derma itu dari ketulusannya dan kekurangannya maka ia dipuji. Maka rasanya kita bisa belajar untuk tidak merasa tidak memiliki bila ingin berbagi.

Kontemplasi: Hadirkan satu pengalaman di mana anda ditolong atau didukung oleh orang yang tidak anda perhitungkan sebelumnya.

Refleksi: Apa yang mungkin kaubagikan dalam situasi dan keberadaanmu sekarang?

Doa: Ya Tuhan, terima kasih atas contoh indah di Injilmu hari ini. Semoga aku pun yakin dengan segala situasiku aku tetap bisa berbagi. Amin.

Perutusan: Walau terbatas aku tetap bisa berbagi.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.