Sabda Hidup: Senin, 2 Februari 2015

yesus di kenizah by bible walks

PESTA Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

warna liturgi Putih

Bacaan: Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18; Mzm. 24:7,8,9,10; Luk. 2:22-40

BcO Kel. 13:1-3a,11-16

Bacaan Injil Luk. 2:22-40
22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus.

Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.

34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri ,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Renungan: Dalam banyak kesempatan orang tua atau pun sekolah mengadakan tes bakat anak atau muridnya. Tes itu untuk melihat kecenderungan bakat si anak. Dengan mengetahui itu orang tua dan sekolah bisa mengarahkan pendampingan bagi anak/muridnya.

Simeon dan Hana bukanlah ahli untuk mengetes seperti itu. Namun mereka tajam melihat sesuatu. Mereka pun menangkap siapa bayi Yesus yang dibawa menghadapnya. Bagi mereka Yesus adalah pemenuhan harapan. Walau perjalanan Maria bersama Dia bukanlah perjalanan yang mudah.

Apa yang dikatakan tes dan apa yang dikatakan Simeon dan Hana menjadi dasar bagi orang tua mendidik anaknya. Maria pun membawa kembali Yesus pulang ke rumahnya dan mendidiknya. Kemungkinan memperhatikan nubuat Simeon dan Hana. Kerjasama yang baik atas temuan dan pendampingan akan menghadirkan pribadi-pribadi yang unggul di bidangnya.

Kontemplasi: Dudulah dengan tenang di salah satu sudut rumahmu. Perhatikan anak-anakmu. Pendampingan apa yang akan kauberikan pada mereka.

Refleksi: Tanda-tanda bakat apa yang dimiliki anggota keluargamu dan bagaimana menemaninya?

Doa: Tuhan semoga aku bisa menjadi teman baik bagi perkembangan bakat sesamaku. Amin.

Perutusan: Aku akan menemani sesamaku bertumbuh selaras dengan bakatnya.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.