Sabda Hidup: Senin, 16 Juni 2014, Lutgardis, Anicetus Koplin, Yohanes Fransiskus Regis

Warna liturgi Hijau

Bacaan: 1Raj. 21:1-16; Mzm. 5:2-3,5-6,7; Mat. 5:38-42.

Bacaan Injil: Mat. 5:38-42:
38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Renungan:
Hari Sabtu dan Minggu yang lalu kami memulai shooting film In Te Confido di wilayah Paroki Ganjuran. Untuk memudahkan penyiapan makanan kami minta tolong Romo Herman dan Romo Riyanto memesankannya. Beliau berdua pun mengiyakan. Kala shooting berjalan kami pun melihat para ibu dengan gembira melayani kami. Makanan enak2 dan berlimpah disediakan. Bahkan ada yang sempat bertanya: ” besok ingin dimasakkan apa?”

Tiba giliran membereskan administrasi para ibu pun menjawab, “Belum bisa diitung, dhawuhe Rm Herman kemawon.”

Kala ketemu Romo Riyanto saya bertanya, “Romo, berapa biaya makan?”

Jawabnya, “Itu kehendak ibu-ibu untuk membantu. Gak usah dipikir Mo.”
Pengalaman ini mendengungkan ayat2 ini, “kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu” (Mat 5:40). “Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu” (Mat 5:42). Kami sungguh merasakan kemurahan hati para ibu. Mereka rela memberikan tenaga, biaya dsb lebih dari yang kami harapkan. Kami harapkan “baju” tp diberi “jubah”, kami “meminta” dan “diberi”.

Bener-bener semangat Bapak  Kardinal Darmoyuwono hidup kembali, “Sithik ora ditampik, okeh saya pikoleh.”

Kontemplasi: Duduklah dengan tenang. Pejamkan mata. Hadirkan satu peristiwa saat anda menerima kemurahan hati dan saat bermurah hati.
Refleksi: Apa artinya bagimu hidup bermurah hati?

Doa: Yesus, doa kami untuk para muridMu yang bermurah hati. Putra-putiMu selalu menghidupi ajakanmu. Semoga putra-putrimu tetap mengandalkan kebaikan walau mendapatkan perlakuan jahat, memberi yang terbaik dan rela berbagi pada mereka yang memerlukan. Amin.

Perutusan: Aku akan mengedepankan kebaikan.

Photo credit: Santo Fransiskus Regis (Catholic Web)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.