Sabda Hidup: Selasa, 10 Juni 2014

Hari Biasa; warna liturgi Hijau
Bacaan: 1Raj. 17:7-16; Mzm. 4:2-3,4-5,7-8; Mat. 5:13-16

Bacaan Injil Mat. 5:13-16:
13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. 14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. 15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Renungan:
Garam dan terang dunia adalah bacaan yang biasa kita dengar. Kalau kita telah mendengar berkali2 kita pun bisa bertanya apakah kita sungguh sudah menjadi garam dan terang dunia?

Sore kemarin saya mendengar cerita dari Romo Dwi Aryanto. Suatu kali bersamaan dengan kejadian ditetapkannya Menag sebagai tersangka korupsi ia cukur rambut. Ketika sedang menjalankan tugasnya sang tukang cukur mengatakan, “Andai yang jadi Menag itu orang Katolik pasti tidak seperti ini, apalagi pastor yang jadi Menag.” Rm Ary dalam hatinya tertawa mendengar itu karena dia sendiri seorang pastor dan sang tukang cukur itu percaya pada orang Katolik khususnya pastor.

Bagi saya kisah di atas memberikan gambaran bahwa orang Katolik masih dipercaya dan bahkan diharapkan. Hal ini menjadi tanda bahwa umat katolik masih menjadi garam dan terang dunia. Walau senang mendengar kata2 spontan pak tukang cukur itu, rasa saya kita pun mempunyai tugas untuk menjaga kualitas garam dan terang Kristus dalam hidup kita masing2 maupun dalam kebersamaan.

Kontemplasi: Pejamkan matamu. Lihatlah dirimu apakah anda garam dan terang Kristus yang berkualitas.

Refleksi: Tulislah pengalamanmu menjaga kualitas diri sebagai garam dan terang Kristus.

Doa: Tuhan kami bersyukur masih ada banyak muridMu yang sungguh menjadi garam dan terang dunia. Semoga kami yang percaya padaMu tetap menjaga kualitas garam dan terang kami. Amin.

Perutusan: Aku akan menjaga garam dan terangMu dalam hidup harianku.-nasp-

Agoeng
komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Photo credit: Menjadi garam dunia (Ilustrasi/Catholic Bible)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.