Sabda Hidup Sabtu, 26 Juli 2014: Peringatan Wajib St. Yoakim dan Anna, Orangtua SP Maria

anna-joachim-01

BACAAN: Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17. BcO Ayb. 23:1 – 24:12

Bacaan Injil Mat. 13:16-17:

16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. 17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Renungan:

Waktu kecil aku sering memperhatikan ibuku kala mengetik. Ia mengetik dengan 4 jari, 2 kanan dan 2 kiri. Walau tdk dg 10 jari seperti umumnya skrg, ia dapat mengetik dengan cepat. Ketikan bertugas di Salam, aku amati tukang kala memecah batu besar. Ia amati batu tsb. Lalu ia ambil palu dan cuplik (betel kecil). Cuplik ditancapkan di beberapa tempat. Kemudian ia membenamkan lebih dalam cuplik2 itu. Dan setelah beberapa pukulan, batu besar itu pun terbelah. Ternyata kala diam si pembelah batu itu melihat alur urat batu.

Setiap orang pasti ahli dalam bidangnya. Mereka tahu kemana harus mengarahkan jari-jari dan cuplik2nya pada titik2 yang tepat. Mata penglihatan mereka berbeda dengan orang lain. Sang tukang ketik seakan mempunyai mata tambahan di jari2nya. Sang pemecah batu mempunyai mata yang mampu melihat alur urat batu.

Dalam hal iman kita bisa meneladan St Yoakim dan St Anna, orang tua St. Maria. Mereka mempunyai ketajaman mata iman akan perutusan puterinya. Ia mampu melihat kehendak Allah yang terjadi pada puterinya. Marilah kita juga menghidupkan mata dan telinga kita agar mampu melihat dan mendengar rencana dan sabda Allah. Dan kita pun boleh menerima sabda, “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar” (Mat 13:16).

Kontemplasi

Pejamkan matamu. Cobalah dengar sabda Tuhan. Lihatlah dengan cermat rencanaNya bagi hidupmu.

Refleksi:

Sejauh mana anda mengembangkan mata iman anda dan pendengaran rohanimu?

Doa:

Ya Yesus semoga aku mempunyai ketajaman mendengarkan suaramu dan penglihatan akan rencanaMu. Semoga dengan itu aku pun mampu menangkap pesan2Mu dalam peristiwa hidup harianku. Amin.

Perutusan:

Aku bersyukur atas rahmat penglihatan dan pendengaranku, juga dalam hal iman.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.