Sabda Hidup: Sabtu, 13 Juni 2015

Swearing an oath with fingers crossed behind back concept for dishonesty or business fraud

Peringatan Wajib Hati Tersuci SP Maria & Peringatan Wajib. St. Antonius dari Padua

warna liturgi Putih

Bacaan

2Kor. 5: 14-21; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,11-12; Mat. 5:33-37 BcO Yos. 10:1-15

1Raj. 19:9a,11-16; Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14; Mat. 5:27-32 BcO Flp. 3:17 – 4:9

Bacaan Injil: Mat. 5:33-37

33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Renungan:

Janji menuntut pemenuhannya. Ketika seseorang membuat janji ia mesti memenuhinya. Demikian pula dengan sumpah. Mereka yang bersumpah mempunyai tanggungjawab selaras dengan sumpahnya. Pemenuhan dan tanggungjawab ini tidak mudah dan akan mengikuti seluruh manusia.

Yesus mengajak kita untuk tidak bersumpah (bc Mat 5:33-36). Ia mengajak kita untuk apa adanya, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Mat 5:37).

Dalam kehidupan sehari-hari orang sering membuat janji. Namun sering pula mereka mengingkari janji. Orang bersumpah bahwa tidak ada uang yang dia korupsi tapi ternyata dia tertangkap korupsi. Kita perlu hati-hati dengan janji dan sumpah. Mending kita katakan ya kalau ya dan katakan tidak bila tidak. Kelugasan ini akan membuat diri kita tidak terbebani oleh daya pemenuhan yang kita janjikan dan sumpahkan.

Kontemplasi:

Bacalah Injil Mat 5:33-37. Bayangkan engkau hadir mendengarkan sabda Yesus tersebut.

Refleksi:

Tulislah ketegasan sikapmu dalam hidup ini dan ingatlah janji-janji yang masih harus kaupenuhi.

Doa:

Ya Tuhan semoga aku tidak gampang bersumpah dan mengumbar janji. Semoga aku lebih tegas mengiyakan atau mengatakan tidak atas sesuatu. Amin.

Perutusan:

Aku akan berkata “ya” atau “tidak” secara tepat. -nasp-

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.