Sabda Hidup: Rabu, 8 April 2015

RESURRECTION-JESUS-facebook

HARI Rabu dalam Oktaf Paskah
warna liturgi Putih

Bacaan: Kis. 3:1-10; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk. 24:13-35

BcO 1Ptr. 2:11-25

Bacaan Injil Luk. 24:13-35

Renungan:
Ketika pemilu kita mengharapkan orang yang kita pilih bisa membawa perubahan dan semakin menyejahterakan masyarakat. Pada pundaknya harapan besar kita pikulkan. Namun setelah dia memimpin dan kita tidak segera melihat perubahan atau bahkan melihat fakta yang tampaknya semakin memberatkan kita segera merasa kecewa. Kita merasa salah memilihnya. Dan mata kita tertutup oleh rasa salah itu sehingga yang muncul adalah rasa salah memilihnya.

Para murid berharap Yesus akan menjadi pemimpin mereka. “Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel” (Luk 24:21). Tapi Ia malah mati di kayu salib. Mereka pun menjadi tidak tahu berharap pada siapa lagi. Mata mereka gelap dan tidak mampu melihat Yesus yang bangkit berada di hadapannya.

Ada banyak yang kita harapkan, namun sering berbeda dengan kebijakan yang diambil pemimpin. Mereka seringkali mengambil langkah dengan pertimbangan menyeluruh yang seringkali tidak selaras dengan keinginan kita. Marilah kita membuka mata hati kita untuk melihat secara menyeluruh apa yang terjadi dan tetap terbuka pada harapan akan kehidupan yang lebih baik. Ketika para murid membuka diri mereka pun sadar telah bertemu dengan Yesus yang telah bangkit dan mempunyai semangat lagi.

Kontemplasi: Baca Injil Luk. 24:13-35. Hadirkan kisah dari Injil itu dan bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi: Tulislah pengalamanmu menata harapan ketika menghadapi fakta yang berbeda.

Doa: Tuhan semoga aku tetap mampu melihat harapan dariMu ketika fakta yang kualami terasa berbeda dan berat. Amin.

Perutusan: Aku akan menjaga harapanku di situasi seperti apa pun.

Kredit foto: Ist

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.