Sabda Hidup: Rabu, 27 Juli 2016

Hari Biasa

warna liturgi Hijau

Bacaan

Yer. 15:10,16-21; Mzm. 59:2-3,4-5a,10-11,17-18; Mat. 13:44-46. BcO Ayb. 32:1-6; 33:1-22.

Bacaan Injil: Mat. 13:44-46.

44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. 45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Renungan:

DALAM aneka percakapan terungkap, “Aku tidak mewariskan kepada kalian harta benda, tapi aku memberi peluang pada kalian untuk meraih ilmu setinggi-tingginya.” Ungkapan itu sering disampaikan orang tua kepada anak-anaknya. Mereka berjerih payah sedemikian rupa demi membiayai hidup anak-anaknya. Uang yang mereka punya bukan untuk menumpuk harta benda tapi memintarkan anak-anaknya.

Setiap kali mengingat kisah tersebut terbayang di dalam diriku bahwa orang tua tersebut adalah pencari harta surga. Mereka bagaikan, “seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu” (Mat 13: 45-46). Mereka mengorbankan kemewahan yang bisa dimiliki demi keberhasilan anak-anaknya, tanpa tahu apakah setelah berhasil anak-anaknya mengingat pengorbanannya atau tidak.

Kita layak mensyukuri keberadaan orang tua kita masing-masing. Mereka secara alamiah menganggap kita sebagai harta surga. Karena itu mereka rela mengorbankan banyak hal demi harta surganya itu.

Kontemplasi:

Pejamkan sejenak matamu. Hadirkan wajah orang tuamu. Ciumlah mereka dengan penuh kasih dan syukur. Berkat mereka engkau menjadi seperti sekarang ini.

Refleksi:

Apa yang telah kaulakukan untuk orang tuamu yang telah mengistimewakan dirimu?

Doa:

Tuhan syukur kami atas orang tua yang sangat mendukung kami. Sudilah Engkau memberkati mereka.   Amin.

Perutusan:

Aku akan mengucapkan terima kasihku kepada orang tuaku. -nasp-?

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.