Sabda Hidup Rabu, 25 Juni 2014: Menakar Buah

Hari Biasa: Warna liturgi Hijau

Bacaan: 2Raj. 22:8-13; 23:1-3; Mzm. 119:33,34,35,36,37,40; Mat. 7:15-20

Bacaan Injil Mat. 7:15-20:
15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka

Renungan:
Beberapa minggu yang lalu saya bersama beberapa teman berkunjung ke perkebunan buah milik Pak Budi di Gunung Pati. Ada aneka macam buah yang dikembangkan di sana. Dan semua produknya berkualitas. Dalam ceritanya, kalau ingin menanam buah mesti memilih bibit yang baik, ditanam di tanah yang tepat dan baik.

Bila prasyarat itu dipenuhi ditambah ketekunan merawat maka buah yang dihasilkan pun akan baik dan memiliki nilai jual yang tinggi. “tiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik” (Mat 7:17). Setiap pohon buah akan menghasilkan buahnya yang khas. Pohon durian akan menghasilkan durian. Pohon durian tidak mungkin menghasilkan kelapa (bdk Mat 17:16).

Kadang muncul dalam anganku mungkinkah bibit yg kurang baik bisa menghasilkan buah yg baik? Apakah perawatan yang baik tidak bisa mengubah pohon itu menghasilkan yang baik? Mungkin bisa mungkin juga tidak. Namun aku percaya bahwa pada dasarnya yang diciptakan Tuhan itu baik adanya. Maka walau kesannya bibitnya kurang baik, tetapi kalau dirawat dengan sungguh2 maka akan menghasilkan buah yang baik.

Beberapa bulan yang lalu saya meminta bibit pisang yang kurang baik pada pak tukang yang kami minta menanam pisang di kebun Domus. Empat buah bibit itu kutanam di bus beton. Kuberi pupuk. Di awal-awal sering kusiram. Dan ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Keempat2nya berbuah dan sudah laku dijual Romo Bambang hehehe. Maka mari kita merawat dengan baik apa yang ada. Pada saatnya akan menghadirkan buah yang baik dan memiliki “nilai jual”

Kontemplasi: Bayangkan dirimu dan segala potensimu. Apakah selama ini kau merawatnya dg baik?

Refleksi: Catatlah hal-hal yang harus kaulakukan untuk menghasilkan buah2 baik dalam hidupmu.

Doa: Tuhan Engkau menciptakanku baik adanya. Semoga aku pun setia memeliharanya agar pada saatnya menghasilkan buah yang baik. Amin.

Perutusan: Aku akan merawat hidupku dengan baik sejak sekarang.

Photo credit: Panen buah cherrry di Australia (Mathias Hariyadi)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.