Sabda Hidup: Rabu, 20 Agustus 2014 PWSt. Bernardus

saint-bernard-of-clairvaux

WARNA liturgi putih.

Bacaan: Yeh. 34:1-11; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 20:1-16a. atau dr RUybs.

BcO Pkh. 5:10 – 6:8

Bacaan Injil Mat. 20:1-16a:
1 “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. 2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. 3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. 4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. 5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. 6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. 8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. 9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.

10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. 11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, 12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? 14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. 15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? 16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

Renungan:
Membaca bacaan Injil Mat. 20:1-16a saya tertarik dengan  tindakan tuan rumah yang mencari para pekerja. Pagi-pagi  benar,pukul  9, 12,15 dan pukul 17 ia keluar rumah untuk mencari orang yang menganggur agar mau berkerja di rumahnya. Semua orang itu mendapat perlakuan yang sama dan gaji yang sama. Kebaikan tuan rumah ternyata menimbulkan rasa iri pada para pekerja yang lebih dulu bekerja bersamanya.
Banyak rejeki telah kita terima dalam hidup kita. Hal itu sering terjadi bukan karena kehebatan kita namun karena rajinnya Allah berbagi untuk kita, mulai dari pagi2 buta sampai senja tiba.

Sepanjang waktu Allah mencari kita dan memberi kemungkinan pada kita untuk mendapatkan rahmatNya. Namun memang ada yang terkesan mendapat lebih dan berlimpah dan yang lain hanya sedikit. Ada yang tampak beruntung dan kurang beruntung. Ketika kita merasa kurang beruntung kita protes karena merasa Allah tidak adil. Namun layakkah kita memprotes itu? Bukannya Allahlah yang lebih rajin memberi daripada kita yang mengusahakan? Marilah kita tidak segera mempertanyakan keadilan Allah, namun kita bertanya dlm diri kita sejauh mana kita adil pada kasih Tuhan.

Kontemplasi: Bayangkan kisah dalam Injil Mat. 20:1-16a. Siapakah anda dalam kisah tersebut?

Refleksi: Sejauh mana ketekunanmu menanggapi kasih Allah?

Doa: Tuhan, bebaskanlah aku dari rasa egois menuntut kebaikanMu dan orang lain namun lupa untuk berbuat baik. Amin.

Perutusan: Aku akan mensyukuri rahmat kebaikan Tuhan.

Kredit foto: Santo Bernadus, Abbas. (Courtesy of Catholicfire)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: