Sabda Hidup: Peringatan Wajib St. Antonius dr Padua

Warna liturgi Putih

Bacaan: 1Raj. 19:9a,11-16; Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14; Mat. 5:27-32

Bacaan Injil Mat. 5:27-32:
27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Renungan:
Pada masa sekarang ini tantangan hidup dalam keluarga terasa makin berat. Ada banyak kisah yang menggambarkan situasi kurang harmonisnya suatu keluarga. Tentu ada banyak penyebab yang melatarbelakangi suasana terjadi. Salah satunya ruang perjumpaan suami isteri yang makin terbatas pada masa sekarang ini.

Dalam zaman sekarang ini adalah lazim suami isteri bekerja semua. Lazim juga masing-masing pribadi mempunyai aktivitasnya sendiri. Setelah waktunya tersita di dunia kerja, waktu perjumpaan mereka pun dikurangi oleh aneka agenda yg melekat pada aktivitas yang dipilihnya. Ruang berjumpa, ruang berdialog, ruang memadu kasih makin terkikis oleh kesibukan masing2.

Mengingat hal tersebut baiklah kalau saya kembali mencatat lagi apa yang disampaikan Mgr Soegijapranata. Kurang lebih beliau mengatakan begini, “Tinggalkan aneka kegiatanmu, kalau keluargamu lagi dalam masalah dan perbaikilah keluargamu.” Bg alm Mgr Soegija keharmonisan keluarga menjadi lebih penting daripada aneka aktivitas yang membuat seseorang terkenal dan berjaya. Lebih baik berjaya sebagai keluarga daripada jaya dalam aktivitas tp keluarga rapuh (bdk. Mat 5:27-32).

Kontemplasi: Pejamkan sejenak matamu. Hadirkan ruang perjumpaan anda dalam keluarga. Timbang2lah apakah memadai perjumpaan anda dengan keluarga.

Refleksi: Apa yang akan kulakukan untuk meningkatkan ruang perjumpaan di dalam keluargaku.

Doa: Tuhan, berkatilah keluargaku. Semoga kami selalu mempunyai waktu untuk berjumpa. Sudilah pula membuka mata keluarga2 agar mereka pun menyediakan waktu yang lapang u saling berjumpa. Amin.

Perutusan: Aku akan mengusakan ruang perjumpaan yang memadai dalam keluargaku. -nasp-

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Photo credit: Santo Antonius Padua (Friar Life)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.