Sabda Hidup: Minggu, 7 Mei 2017

HARI MINGGU PASKAH IV 

Hari Minggu Panggilan

warna liturgi Putih

Bacaan

Kis. 2:14a,36-41; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; 1Ptr. 2:20b-25; Yoh. 10:1-10. BcO Why 12:1-17

Bacaan Injil: Yoh 10:1-10

1 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 2tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.3Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.4Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.5Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”6Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.7Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.8Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.9Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.10Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Renungan

PENCURI tidak mempunyai kunci untuk membuka pintu. Maka kala mau mencuri ia pun memasuki suatu tempat dengan cara yang tidak wajar. Ada yang melompati tembok. Ada yang membuat terowongan bawah tanah. Aneka macam cara dilakukan asal bisa memasuki tempat sasaran pencuriannya.

Yesus pun mengatakan, “Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok” (Yoh 10:1). Yesus bukanlah pencuri. Ia adalah sang pintu dari kandang kawanan domba dan Ia adalah gembala. Ia mengenal dan dikenal domba-dombanya.

Memasuki kawanan domba Kristus mesti melalui diri-Nya dan ada dalam bimbingan kegembalaan-Nya. Kita perlu menyatu dengan-Nya agar kita mengenal dan dikenal. Kita lalui sang pintu kawanan tersebut. Kita ikuti tuntunan sang gembala. Kepercayaan pada-Nya akan menuntun langkah kita ke tempat yang benar.

Kontemplasi

Bayangkan berhadapan dengan Kristus sang pintu dan gembala kita.

Refleksi

Bagaimana mengenali bahasa gembala kita?

Doa

Tuhan semoga aku mengenali suara-Mu. Sudilah pula mengenali suaraku. Amin.

Perutusan

Aku akan masuk kawanan domba-Nya melalui sang pintu dan dalam tuntunan sang gembala. -nasp-

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Noegroho Agoeng Sri Widodo Pr Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Semarang; imam diosesan KAS putra asli Paroki Maria Assumpta Klaten, Jawa Tengah.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.