Hari Minggu Biasa XIX

warna liturgi Hijau

Bacaan

Keb. 18:6-9; Mzm. 33:1,12,18-19,20,22; Ibr. 11:1-2,8-19; Luk. 12:32-48. BcO Yun. 1:1-2:1,10

Bacaan Injil: Luk. 12:32-48.

32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. 33 Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. 34 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” 35 “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. 36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. 37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. 38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka. 39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.” 41 Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?” 42 Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? 43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, 46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. 47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. 48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

Renungan:

MENUNGGU adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan. Banyak orang tidak betah kala harus menunggu. Seorang tuan akan segera marah ketika ia pulang harus menunggu abdinya lama membuka pintu. Sebaliknya ia akan gembira bila sang abdi segera membukakan pintu kala ia datang. Abdi pun harus menahan aneka rasa kala menunggu tuannya datang. Kesetiaannya menunggu akan membawa kegembiraan pada dirinya kala sang tuan datang.

Ada banyak orang tidak sabar kala harus menunggu. Hatinya gundah dan gelisah. Satu dua menit pun terasa satu jam. Tidak jarang ia pun mengumpat-umpat dalam hatinya. Memang menunggu menuntut kesabaran hati. Kala janjiannya jelas menunggu memang bukan hal yang sulit karena ada patokannya. Kala janjiannya tidak jelas maka kita pun perlu mengolah sungguh hati dan kesabaran kita.

Banyak hal yang tidak jelas di hadapan kita. Banyak yang kita tunggu tapi tidak segera datang. Ketekunan dan kesabaran menantikannya akan memberikan buah yang menyegarkan kehidupan kita. “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka” (Luk 12:37-38).

Kontemplasi:

Bayangkan dirimu menunggu sesuatu yang tidak kunjung datang. Amatilah rasa hati yang bergejolak di dalam dirimu.

Refleksi:

Apa yang sering menggodamu kala harus menunggu?

Doa:

Tuhan sabarkanlah hatiku kala harus menunggu. Semoga aku siap kala yang kutunggu datang. Amin.

Perutusan:

Aku akan menjaga kesabaranku kala harus menunggu. -nasp-

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.