Sabda Hidup: Minggu, 20 Maret 2016

HARI MINGGU PALMA

MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN

warna liturgi merah

Bacaan

Luk 19:28-40. Yes. 50:4-7; Mzm. 22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp. 2:6-11; Luk. 22:14- 23:56 (Luk. 23:1-49). BcO Yer. 22:1-8; 23:1-8

Bacaan Injil: Luk. 23:1-49

Luk 23:1                Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.

Luk 23:2                Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: “Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja.”

Luk 23:3                Pilatus bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.”

Luk 23:4                Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.”

Luk 23:5                Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: “Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini.”

Luk 23:6                Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.

Luk 23:7                Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

Luk 23:8                Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.

Luk 23:9                Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.

Luk 23:10             Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.

Luk 23:11             Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.

Luk 23:12             Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

Luk 23:13             Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat,

Luk 23:14             dan berkata kepada mereka: “Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya.

Luk 23:15             Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati.

Luk 23:16             Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.”

Luk 23:17             (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.)

Luk 23:18             Tetapi mereka berteriak bersama-sama: “Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!”

Luk 23:19             Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.

Luk 23:20             Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus.

Luk 23:21             Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: “Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!”

Luk 23:22             Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: “Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.”

Luk 23:23             Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka.

Luk 23:24             Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan.

Luk 23:25             Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.

Luk 23:26             Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.

Luk 23:27             Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.

Luk 23:28             Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!

Luk 23:29             Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.

Luk 23:30             Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!

Luk 23:31             Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?”

Luk 23:32             Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

Luk 23:33             Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.

Luk 23:34             Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Luk 23:35             Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.”

Luk 23:36             Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya

Luk 23:37             dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”

Luk 23:38             Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: “Inilah raja orang Yahudi”.

Luk 23:39             Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”

Luk 23:40             Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?

Luk 23:41             Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”

Luk 23:42             Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Luk 23:43             Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Luk 23:44             Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,

Luk 23:45             sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.

Luk 23:46             Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

Luk 23:47             Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: “Sungguh, orang ini adalah orang benar!”

Luk 23:48             Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.

Luk 23:49             Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.

Renungan:

HARI ini kita mengenangkan kisah sengsara Tuhan Yesus. Ia yang baru saja dielu-elukan dengan daun palma kini menjadi pribadi yang dihina, disiksa dan disalibkan. Mereka yang mengasihiNya tidak luput dari duka yang mendalam. Para Puteri Yerusalem meneteskan air mata. Namun Yesus bersabda, “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!” (Luk 23:28).

Dunia menyisakan duka bagi sebagian orang. Gambar dan kisah sering membuat hati kita pilu. Menyikapi itu kadang batin kita berontak pada kebijakan yang tak memihak. Atau menyalahkan mereka yang menderita. Atau hanya menangis dan sesak dada. Atau malah cuek dan tidak peduli.

Yesus mengajak kita untuk tidak menangisiNya, tapi menangisi dosa-dosa kita. Ada orang yang sangat punya hati kepada karyawanan. Ia menyediakan sarana-sarana yang mendukung kebutuhan fisik dan kesehatan mereka. Ternyata ia melakukan pesan itu karena menyaksikan duka dunia lalu dia berbuat untuk karyawan-karyawannya. Ia tidak ingin karyawannya mengalami duka yang sama. Andai banyak orang menangisi dosanya dengan perbuatan-perbuatan menyejahterakan maka banyak orang akan mengalami kebahagiaan.

Kontemplasi:

Bayangkan Yesus sedang memanggul salib. Temukan wujud silih tangisanmu atas dosa-dosamu.

Refleksi:

Apa yang bisa kaulakukan untuk silih atas tangisan dosamu?

Doa:

Tuhan, aku tidak ingin rundung dalam duka. Namun aku ingin bangkit dari duka yang kualami. Semoga aku menemukan langkah yang tepat sebagai silih atas dosa-dosaku. Amin.

Perutusan:

Aku akan membangun silih atas dosaku yang mengantar kebahagiaan bagi banyak orang. -nasp-

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.