HARI RAYA

SP MARIA DIANGKAT KE SURGA

warna liturgi Putih

Bacaan

Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10bc,11,12ab; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56. BcO Ef. 1:16-2:10 atau Why. 12:1-17

Bacaan Injil: Luk. 1:39-56.

39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. 40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, 42 lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” 46 Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, 47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” 56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Renungan:

HARI ini kita merayakan hari raya Maria diangkat ke surga. Nama Maria diangkat ke surga atau Maria Assumpta tampaknya memikat hati banyak orang. Banyak paroki menggunakan nama itu sebagai nama parokinya. Pesona kesucian Maria pun memikat hati Allah sehingga Allah mengangkatnya ke surga. Maka layaklah kalau umat manusia pun terpikat pada pesona Maria.

Salah satu hal yang membuat Maria menjadi besar tampak dalam kata-katanya, “karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus” (Luk 1:49). Maria sadar akan ketidakberdayaannya, namun ia percaya Tuhan Yang Mahakuasa mengerjakan perbuatan-perbuatan besar pada dirinya. Perbuatan Allah inilah yang membuat dirinya menjadi besar.

Kita pun adalah pribadi-pribadi dengan aneka macam keterbatasan. Seringkali kita gaman kala harus menghadapi tugas besar. Namun ketika kita percaya Allah akan membantu dalam menyelesaikan tugas tersebut kita sanggup menjalaninya sampai pada akhir tujuan. RahmatNya tak terbatas memungkinkan kita mencapai tujuan.

Kontemplasi:

Bayangkan dirimu berjumpa dengan ibu Maria.

Refleksi:

Bagaimana mempercayai perbuatan-perbuatan Allah dalam dirimu?

Doa:

Tuhan terima kasih atas teladan iman kami ibu Maria. Semoga bersama ibu Maria aku pun selalu mensyukuri rahmatMu dalam hidup harianku. Amin.

Perutusan:

Aku akan memuji kebesaran Tuhan bersama ibu Maria. -nasp-

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.