Sabda Hidup: Kamis, 19 Juni 2014, Peringatan St. Romualdus

Warna liturgi Hijau
Bacaan: Sir. 48:1-14; Mzm. 97:1-2,3-4,5-6,7; Mat. 6:7-15.
BcO Hag. 2:10-23

Bacaan Injil Mat. 6:7-15:
7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Renungan:
Hari-hari pilihan presiden di Indonesia makin dekat. Para kontestan menyampaikan visi-misi mereka. Para pendukungnya makin hari makin mau menunjukkan daya kekuatannya. Semua tampak mengunggulkan calonnya sebagai yang terbaik sehingga layak dipilih. Lalu apa impian anda?

Bertanya demikian saya pun tergerak untuk menjawab dengan doa yang diajarkan Yesus: “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Mat 6:10). Saya secara pribadi berharap bahwa siapapun presiden yang terpilih bumi Indonesia ini damai. Setiap pribadi, terutama yang terpilih, tentunya juga yang tak terpilih, mampu menghadirkan Kerajaan Tuhan di dunia. Tentu bukan berarti yang terpilih menjadi Tuhan. Yang terpilih khususnya dan semua yang hidup di bumi ini mau mendengarkan kehendak Tuhan untuk menghadirkan KerajaanNya.

Proses pemilihan pasti juga akan menyisakan perkara pada yang tak terpilih. Kemungkinan akan ada aneka komplain dari yang kalah. Maka rasa saya semangat ini layak dimiliki bagi siapapun yang terlibat: “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Mat 6:12). Jiwa pengampun adalah jiwa orang besar.

Kontemplasi:  Pejamkan matamu. Bayangkan Kerajaan Allah hadir secara nyata di bumi Indonesia dengan pemimpin baru.

Refleksi: Apa yang bisa kausumbangkan untuk mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Indonesia ini?

Doa:
Ya Tuhan dampingilah para calon presiden Indonesia. Berkatilah mereka. Semoga siapapun yang terpilih dan tidak terpilih tetap memegang komitmen membangun kesejahteraan bangsa dan menghadirkan Kerajaan-Mu. Amin.

Perutusan: Aku akan terlibat aktif dalam menghadirkan kedamaian Kerajaan Allah.

Photo credit: Majalah Hidup

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.