Sabda Hidup Kamis, 12 Juni 2014

Laurensius Maria Salvi, Fransiskus Kesy, Yohanes dr Sahagun, Hilarius Januszewski, Aleydis, Yolenta, Florida
Warna liturgi Hijau

Bacaan: 1Raj. 18:41-46; Mzm. 65:10abcd,10e-11,12-13; Mat. 5:20-26

Bacaan Injil Mat. 5:20-26:
20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Renungan:
Setiap orang pasti pernah marah. Namun ada orang yang gampang marah, ada yang kadang2 marah dan ada pula yang jarang sekali marah namun kala marah semua orang bisa langsung ketakutan. Rasa marah kadang menggoda kita kala keinginan kita tidak terpenuhi. Amarah bisa dipicu oleh perkara kecil sampai perkara besar. Entah dari mulai canda saling meledek sampai perkara yang menyangkut harkat martabat manusia.

Dalam sabdanya Yesus mengatakan, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum” (Mat 5:22). Mereka yang marah pada saudaranya harus dihukum. Yang mengatakan kafir harus dihadapkan ke Mahkamah Agama. Tindakan marah membawa konsekuensi hukum, dan penghakiman “kafir” membawa konsekuensi hukum yang lebih tinggi.

Amarah sebenarnya membawa konsekuensi hukum pada diri sendiri. Umumnya setelah marah seseorang akan menerima hukuman diri yaitu entah rasa lelah, menyesal telah marah dan mungkin juga sedih kenapa kita marah. Maka marilah kita tidak gampang tergoda marah.
Kontemplasi: Duduklah dengan tenang. Ingatlah saat2 anda lagi marah. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana akibatnya.

Refleksi: Hal-hal apa yang bisa menahanmu untuk marah?
Doa: Tuhan ajarilah aku untuk sabar. Engkau begitu sabar menghadapi kami yang seringkali tidak patuh padaMu. Bahkan ketika kami mengumpatMu, Engkau segera mengampuni kami. Kala kami menyesal Engkau segera memeluk kami. Jadikanlah hatiku seperti hatiMu. Amin.

Perutusan: Aku akan menjaga amarahku.

komsos kas
“melihat yang tak biasa terlihat”

Photo credit: Kerajaan Allah (Ilustrasi/CGI)

5 pencarian oleh pembaca:

  1. hasil refleksi dr injil mat 5:20-26
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: