Sabda Hidup: Jumat 4 Juli 2014, Peringatan Pierre Georges Frassati, Maria Crocifissa Curcio

Pierre Frassati

Warna liturgi Hijau

Bacaan: Am. 8:4-6,9-12; Mzm. 119:2,10,20,30,40,131; Mat. 9:9-13.
BcO Neh. 12:27-47.

Bacaan Injil Mat. 9:9-13:
9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. 11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” 12 Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan:
Ajakan Yesus “Ikutlah Aku” (Mat 9:9) kepada Matius langsung diiyakan oleh Matius. Matius segera meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Yesus. Biasanya kan yang ngajak yang mengundang makan. Di kisah ini Yesus yang mengajak tapi Yesus malah diajak makan di rumah Matius.

Matius mengikuti ajakan Yesus bukan karena politik uang atau dia anggota kelompok Yesus. Ia bukan dari “partai” Yesus. Matius mau mengkuti Yesus karena ia terpesona pada karakter dan sepak terjang Yesus. Baginya Yesus adalah pribadi yang meyakinkan dan memberikan harapan bagi dunia baru. Maka walau ia dari “partai” pemungut bea cukai ia rela mengikuti Yesus, meninggalkan pekerjaannya dan menjamu Yesus.

Saat ini bangsa kita ada dalam masa2 panas menjelang pemilu presiden. Ada banyak tarikan dilakukan para pendukung capres tertentu utk memilih jagoannya. Belajar dari Matius, marilah kita dengan tenang menentukan pilihan kita dengan suara hati yang jernih memilih calon yang sungguh2 memberikan harapan Indonesia yang sejahtera tanpa memperhitungkan kita dari partai mana. Siapapun yang anda pilih di TPS tidak akan mempengaruhi keberadaan anda di partai anda. Tp kesalahan kita memilih mempengaruhi kehidupan bangsa 5 tahun ke depan.

Kontemplasi: Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan para capres. Cermatilah dengan hati jujur dan tentukan pilihanmu sesuai hati nuranimu.

Refleksi: Apa yang biasa kaulakukan dalam memilih sesuatu, berdasar suara kelompok atau suara hatimu yang jernih? Mengapa?

Doa: Tuhan jagailah hati kami agar kami pun bisa memilih siapa yang kami percayai seperti Matius memilih PuteraMu. Amin.

Perutusan: Aku akan memilih pemimpinku sesuai dengan hati nuraniku dan keyakinanku –

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.