Sabda Hidup: Jumat 11 Juli 2014 Peringatan St. Benediktus

Benedict_Back

Warna liturgi Putih

Bacaan: Hos. 14:2-10; Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17; Mat. 10:16-23 BcO Ams. 15:8-30; 16:1-9.

Bacaan Injil Mat. 10:16-23:
16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. 17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. 18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. 19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. 20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. 21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. 22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Renungan: Perutusan para murid Tuhan di tengah dunia itu layaknya menempatkan domba di kawanan serigala. Ada banyak serigala yang siap menerkam domba pembawa dan pelaksana kabar baik dan lembut dari Sang Tuan. Serigala-serigala itu sangat ganas dan kelaparan. Mereka akan mencari aneka peluang untuk membinasakan sang domba.
Dalam keseharian kita pun menemukan banyak serigala yang siap menerkam siapapun yang bisa dijadikan mangsanya. Kerakusan mereka akan mengubah segala kecerdasan dan kebijaksanaannya menjadi kebodohan dan ketidakcakapan hidup. Sang serigala pun membentuk karakternya menjadi pribadi yang sangar, garang dan ganas.
Yesus mengajak kita untuk selalu waspada dan tidak kuatir. Kita tidak boleh lengah dan tidak takut menghadapi aneka kemungkinan yang menggoyahkan keyakinan, kecerdasan yang telah kita terima. Tuhan sendiri yang akan berbicara menahan aneka tuduhannya, akan menghadirkan kekuatan pada mereka yang percaya. Mereka yang percaya akan bertahan.

Kontemplasi: Bayangkan dirimu bertemu dengan “serigala”. Dia telah memasang aneka jebakan untuk menangkap dan membinasakanmu. Pasang hati, mata dan dayamu agar terbebas dari pengejarannya.

Refleksi: Bagaimana caramu menghadapi mereka yang bersikap seperti serigala.

Doa: Tuhan semoga aku selalu waspada di dunia ini. Ada banyak jebakan yang memungkinkanku terperangkap. Semoga karena berkatMu aku mampu bertahan dan akhirnya menerima keselamatanmu. Amin.

Perutusan: Aku akan waspada namun tidak kuatir.
Kredit foto: Santo Benediktus, Abbas (Ilustrasi/Ist)
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.