Saat Ponsel Saya Hilang

Pagi itu seperti biasa saya mengantar ibu saya ke kantor sebelum saya sendiri berangkat menuju kantor saya. Usai dari kantor ibu, saat mau melanjutkan perjalanan saya menabrak sepeda. Sang pengemudi tidak saya lihat karena dia berjalan melawan arah. Terjatuhlah kami berdua. Saya berdiri kembali dibantu beberapa orang dan langsung mencuci luka serta melanjutkan perjalanan menuju kantor saya.

Begitu sampai kantor dan hendak menghubungi seseorang, saya tersadar kalau telepon selular saya tidak ada. Tentu saja, saya panik saat itu. Saya mencoba menghubungi nomor saya, masih aktif, tapi tidak ada jawaban.
Saya telepon ke rumah untuk mengecek kalau-kalau ponsel tertinggal di rumah, tapi kata adik tidak ada.

Saya ambil kesimpulan saat itu kalau ponsel saya hilang. Mungkin terjatuh saat saya menabrak orang. Sedikit kecewa memang. Saya pikir, kalau memang ada orang yang baik hati menemukan ponsel itu dia pasti mengembalikannya. Namun, setelah menunggu selama seminggu tidak ada kabar apa-apa. Akhirnya saya merelakan ponsel yang hilang itu.

Memang ada sedikit kekecewaan dan sebal, tapi di balik itu semua saya dapat mengambil sebuah hikmah. Semoga orang yang mengambil ponsel saya dapat menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Semoga ia lebih membutuhkan daripada saya.

Saya pikir, kalau saya marah-marah dan kesal pun, tindakan itu tidak dapat mengembalikan ponsel saya yang hilang itu. Jadi saya ambil sisi positifnya saja, semoga orang yang menemukan ponsel saya lebih membutuhkan daripada saya.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.