Romo Robert Ramone CSsR, Penghargaan Istana untuk Pelestarian Tradisi Adat dan Budaya Sumba

Pastor Robert Ramone CSsR Rumah Budaya Sumba by Sinar Harapan ok

TIGA tahun lalu, Pastor Robert Ramone –anggota Kongregasi Imam-imam Redemptoris (CSsR)—telah mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan untuk Romo Robert disematkan sendiri oleh Menteri Pariwisata waktu itu: Jero Wacik.

Sebuah foto dokumentasi di Rumah Budaya Sumba di Weetebula, Sumba Barat Daya, memperlihatkan wajah sumringah Romo Robert Ramone CSsr ketika sebuah pin keemasan disematkan di dadanya oleh Menteri Pariwisata Jero Wacik.

Kini, selang tiga tahun kemudian, hadiah istimewa berupa penghargaan yang lebih prestisius datang dari Istana Negara.

Penghargaan ini diberikan atas jasa dan kerja keras Pastor Robert Ramone CSsR yang selama ini membidani lahirnya ‘Rumah Budaya Sumba’ di Kalembu Nga’ Bangga, Weetebula, Pulau Sumba di kawasan Barat Daya. (Baca juga: Situs resmi Rumah Budaya Sumba di www.sumbaculture.org).

Dua bangunan khas Sumba saling berhadapan

Rumah Budaya Sumba adalah kompleks luas dimana berdiri dua bangunan bermotif rumah adat asli masyarakat Sumba, lengkap dengan segala pernak-perniknya. Selain kedua bangunan monumental ini, di sisi belakangnya tersedia beberapa bangunan kecil untuk akomodasi para tetamu lokal dan mancanegara yang ingin menikmati suasana keaslian kampung khas Sumba di wilayah Weetebula, Pulau Sumba Barat Daya.

Rumah Sumba berada tidak jauh dari kompleks Seminari Sinar Buana, Keuskupan Weetebula, Pulau Sumba, NTT.

 

Rumah Budaya Sumba: Inilah pemandangan akan model rumah adat khas Sumba yang menjadi koleksi Rumah Budaya Sumba di Weetebula, Pulau Sumba barat daya, NTT. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Rumah budaya sumba dari sisi samping ok

Rumah Budaya Sumba: Inilah penampakan Rumah Budaya Sumba dari sisi samping persis di depan bangunan rumah sumba lainnya yang menjadi objek kunjungan wisata. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Rumah Budaya Sumbaya klipping koran pastor Robert Ramone CSsR

Penghargaan untuk Romo Robert Ramone CSsR: Berbagai koleksi klipping koran dan majalah hasil liputan media massa terhadap karya budaya dan sejarah Sumba yang dirintis oleh Pastor Robert Ramone CSsR. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Berdiri dengan atap menjulang tinggi dengan bahan ilalang, kedua model rumah adat asli Sumba ini berhadap-hadapan satu sama lain.Di dalamnya terdapat segala pernak-pernik benda-benda khas tradisional Sumba seperti tanduk kerbau, taring babi, berbagai jenis kain dan senjata yang selalu dipakai masyarakat Sumba manakala menggelar pesta budaya tradisional mereka.

Meski mengaku tidak pernah belajar anthropologi dan budaya Sumba secara khusus, namun minat Pastor Robert Ramone CSsR akan pelestarian budaya dan adat khas Sumba senantiasa berkobar di dalam hatinya.

Butuh waktu enam tahun untuk akhirnya ide ‘besar’ membangun Kompleks Rumah Budaya Sumba ini berhasil diwujudkan. “Setiap tahun saya tanpa henti mengusulkan projek ini, namun selalu ditolak dan baru di tahun keenam, mimpi besar itu kesampaian,” tuturnya menjawab pertanyaan Sinar Harapan beberapa waktu lalu.

Koleksi Rumah Budaya Sumba: Selain model rumah asli khas Sumba lengkap dengan pernak-perniknya, Rumah Budaya Sumba yang dikelola oleh Pastor Robert Ramone CSsR juga menyimpan sejumlah benda-benda budaya dari tradisi zaman batu. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Hobinya mengoleksi benda-benda tradisi dan budaya asli khas Sumba berawal secara tidak sengaja. Tahun 1992, demikian tulis Sinar Harapan, dia mendapat hadiah tustel dari sepupunya. Tustel itulah yang kemudian memotivasi dia untuk kemudian hunting mengumpulkan dokumentasi tentang budaya Sumba melalui jepretan lensa.

Beberapa hasil jepretan foto yang menggambarkan kekhasan adat dan tradisi budaya khas Sumba tersimpan baik dan rapi di dalam Rumah Budaya Sumba yang dikelola Pastor Robert Ramone CSsR ini. Yang menarik tentu saja panorama alam padang savana hijau di beberapa bagian lembah di sepanjang Pulau Sumba.

Juga pemandangan alam dengan fokus pada sosok rumah-rumah adat khas Sumba.

Rumah Budaya Sumba prasasti peresmian OK

Prasasti peresmian Rumah Budaya Sumba: Inilah dokumen prasasti peresmian Rumah Budaya Sumba yang diresmikan tanggal 22 Oktober 2011 oleh Gubernur Provinsi NTT Frans Lebu Raya bersama Bapak Uskup Keuskupan Weetebula Mgr. Dr. Edmund Woga CSsR. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Bagi orang luar, Sumba menjadi lebih eksotik dengan kegiatan perang tanding antar kelompok berbeda dengan saling melempar tombak di atas punggung kuda. Sembari tetap berlari dan saling berusaha membidik lawan, inilah kejayaan budaya khas Sumba yang melegenda:Pasola.

Beberapa jepretan foto yang indah tentang Pasola tersedia di Rumah Budaya Sumba ini.

Kerja 6 tahun

Dari balik lensa itulah, budaya Sumba mengalir sampai jauh hingga ke Eropa dan segala penjuru. Makin banyak tanggapan, makin terbakar pula motivasi Pastor Robert Ramone CSsR  untuk  bisa ‘membangun’ pusat pelestarian budaya dan adat tradisional Sumba. Dan akhirnya terwujud di sebuah lahan luas tidak jauh dari Kompleks Seminari Sinar Buana Keuskupan Weetebula, Pulau Sumba.

Niat besar itu kemudian bersambut gayung. Donatur besar dari Jakarta Ny. Tirto Utomo berkenan mengulurkan tangan. Pemerintah pun akhirnya mau ikut andil, meski porsinya sangat-sangat kecil.

Rumah Budaya Sumba fasilitas akomodasi dan penginapan ok

Fasilitas penginapan untuk umum: Rumah Budaya Sumba juga menyediakan fasilitas penginapan untuk umum yang dilengkapi dengan kamar mandi dalam, pendingin udara, dan perlengkapan lainnya. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Ketika dihubungi Sesawi.Net perihal rencana penghargaan dari Pemerintah RI ini, Romo Robert Ramone yang mengaku baru saja sakit sepulang dari Australia hanya berujar pendek. “Ini kabar gembira besar sekali untuk promosi Sumba,” tuturnya.

“Hari Jumat tanggal 15 Agustus 2014 ini posisi saya sudah di Jakarta. Besok, kami akan datang sowan kepada Mendiknas Muhammad Nuh untuk mengikuti serangkaian upacara 17-an. Pada malam hari tanggal 17 Agustus, kami diundang untuk makan malam di Istana Negara bersama Bapak Presiden dan para pejabat negara,” tuturnya.

Penganugerahan itu sendiri, kata Romo Robert Ramone CSsR, baru akan diberikan pada tanggal 5 September 2014 mendatang.

Kredit foto:

  • Pastor Robert Ramone CSsR (Courtesy of  Job Palar/Sinar Harapan)
  • Rumah Budaya Sumba (www.sumbaculture.org)/Mathias Hariyadi

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: