“RoboCop”, Keamanan adalah Bisnis Seksi yang Menggemukan

< ![endif]-->

PERISTIWA Kerusuhan Mei (14-15 Mei 1998) sudah pasti menyisakan sebuah adagium penting bagi seluruh masyarakat Indonesia: keamanan itu penting dan mutlak memang harus ada. Maka ketika para petinggi TNI -termasuk Pangab Jenderal TNI Wiranto– justru terkesan ‘sengaja’ meninggalkan Jakarta yang kala itu tengah porak poranda dihantam kerusuhan rasial untuk menghadiri pelatikan Panglima Divisi II Kostrad di Singosari, Malang, maka pertanyaannya: lalu keamanan Jakarta ada di pundak siapa?

Hingga sekarang masih terjadi dispute luar biasa di tatanan politik masyarakat kita: siapakah yang paling bertanggungjawab atas keamanan Ibukota Jakarta yang porak poranda selama dua hari genting yang menyisakan sejarah kegetiran massal di banyak orang itu?

Film anyar dengan judul gagah RoboCop hasil besutan sutradara José Padilha  juga menyuarakan gentingnya keamanan di  Detroit,  lantaran banyak polisi menjadi korban tewas saat memberangus kejahatan kriminal di negara bagian AS ini. Karena itu, lantas muncul pemikiran strategik-praktis: bagaimana kalau tugas kamtibnas yang ada di tangan polisi kemudian diserahkan pada ‘robot-robot’ berbahan baku baja namun lihai bermanuver menarik pelatuk senjata karena diprogram komputer?

Kemendesakan atas ide membuat polisi robot –makanya menjadi RoboCop—semakin mencuat, setelah detektif Alex Murphy kehilangan hampir ¾ bagian tubuhnya karena dihantam ledakan bom oleh mafia narkoba yang menaruh dendam pribadi kepadanya. Untuk program anyar menciptakan robocop ini, pengusaha bisnis keamanan bernama Raymond Sellars (Michael Keaton) punya nyali modal besar.

Robocop-Motorbike (4)

Melalui perusahaannya OmniCorp, dia sudah berhasil merancang banyak robocop untuk menggantikan fungsi polisi berbadan manusia dan tetap berjiwa manusia. Pengalaman perang melawan kaum jihadis di Iran makin membuatnya bertambah yakin, robocop semestinya memang harus menjadi polisi masa depan.

Kokoh, anti tembus peluru, terampil memicu pelatuk pistol, dan tentu saja keamanan kota bisa dikendalikan. Itulah sang robocop.

Tetap punya emosi

Nah, Alex Murphy (Joel Kinnaman) yang sudah tidak  pokrol (sempurna fisik maupun mental) lagi menjadi salah satu contoh projek ujicoba yang menarik bagi OmniCorp.

Nafsu besar Raymond Sellar untuk memenangkan tender pembuatan robocop di Detroit semakin membuatnya antusias. Apalagi sekali waktu proposalnya akhirnya diterima hangat oleh Senator Dreyfus (Zach Grenier) yang sebelumnya selalu menentang habis-habisan projek prestisius ini.

Tapi apa lacur. Meski sudah diprogram menjadi polisi robot (robocop), ternyata Alex Murphy masih menyisakan sisa kemanusiaannya yakni emosi dan perasaan. Emosinya terpacu keras, ketika menjejak rekam sisa-sisa forensik usaha pembunuhan terhadapnya yang dilakukan oleh kelompok mafia narkoba.robocop-wallpapers-hd-robocop-movie-wallpaper-robocop-movie-background-hd-1920x10801

Emosi dan perasaan manusia inilah yang tidak bisa diprogram oleh OmniCorp, sekalipun insinyurnya  yang bernama Dr. Dennet Norton (Gary Oldman) sudah teramat pintar dan andal. Faktor ini pula yang membuat hubungannya dengan Sellars menjadi memburuk, karena keduanya punya cara pandang berbeda dalam menangani manusia-robot bernama Alex Murphy.

Terlebih setelah Alex mengalami lonjakan emosi tak terkontrol, ketika menyangkut urusan keluarganya.

Bisnis keamanan yang sejatinya akan menghasilkan jutaan dollar bagi OmniCorp lenyap, ketika Alex Murphy akhirnya merasa diperdaya dan dimanipulir untuk kepentingan Sellar.

robocop-detroit

Keamanan itu seksi

Nah, kembali lagi pada kasus Kerusuhan Mei tahun 1998. Di situ jelas, keamanan adalah vital bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Jakarta menjadi porak-poranda, karena keamanannya bobol. Karena itu, sekarang ini tidak mengherankan kalau jasa keamanan dimana-mana laris manis.

Untuk bisa hidup aman dan nyaman dalam sebuah lingkungan sosial yang aman, jangan hanya duduk manis. Segera rogoh dompet untuk membayar jasa keamanan. Kalau tidak, jangan salahkan siapa-siapa kalau sewaktu-waktu rumah di permukiman cluster Anda bisa bobol dimasuki maling yang diam-diam telah bekerjasama dengan petugas keamanan.

Yang begini ini mah sering terjadi di Indonesia. Di film RoboCop sekali lagi sangat kentara: keamanan adalah bisnis paling seksi yang bisa menggemukan dompet.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.