RIP Romo Herman Kaawoan Pr dari Keuskupan Manado Meninggal di Ambon

< ![endif]-->

KABAR duka cita berhembus kencang di media sosial. Berita pertama tentang meninggalnya Romo Herman Kaawoan Pr dari Diosis Amboina di Maluku ditulis oleh Romo Adrianus Budhi MSC.

Dalam statusnya di sebuah jaringan media sosial, Romo Budi MSC menulis sebagai berikut: “Almarhum Romo Herman Kaawoan Pr adalah seorang imam diosesan dan ahli hukum gereja. Almarhum adalah seorang pastur paroki yang baik,” tulisnya.

“Saat menerima sakramen perminyakan, almarhum Romo Herman Kaawoan Pr  masih sempat menyampaikan doa berkat bagi para dokter dan suster, sebelum akhirnya beliau berdoa menyerahkan roh dan menutup mata pada usia 46 tahun,” tulisnya kemudian.

Almarhum Romo Herman Kaawoan Pe adalah dosen Kitab Hukum Kanonik di STF SP.

Tulisan Claudia G. Irawaty Sim benar-benar menyentuh hati. “Almarhum benar-benar figure seorang imam yang mengagumkan. Detik-detik terakhir sebelum meninggal, almarhum pastor herman masih sempat memberikan berkat terakhir dalam bahasa Latin,” tulisnya.

“Sementara dibaringkan di UGD, beliau sering membolak-balikkan badan ke kiri dan ke kanan. Badan terasa panas. Sebentar-sebentar bangun dan kemudian duduk. Beliau nekad buka baju merasa sangat gerah dan tubuhnya dikipas-kipas oleh Epen dan Angky. Beberapa menit kemudian, dia kembali dibaringkan di tempat tidur,” kesannya dalam sebuah tulisan di jejaring media sosial.

“Sebelum meninggal, almarhum Romo Herman masih sempat memberikan berkat imamat terakhirnya kepada sekalian penjenguknya dengan mengatakan formula berkat dalam bahasa Latin. Kata beliau ‘In nomine Patris et Filii et Spiritus Sancti Amen”. Sebentar kemudian, tangan kanannya ditaruh menindah tangah kiri dan berakhirlah semuanya…,” tulis Claudia.

Dengan ini pula, jajaran Redaksi Sesawi.Net menyatakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Romo Herman Kaawoan Pr.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.