RIP Romo Agatho Elsener OFMCap Meninggal di Swiss, Perintis Pertanian Organik di Cisarua

RIP Romo Agatho Elsener OFMCap di Swiss, 26 Agustus 2016. (Ist)

KABAR sungkawa datang dari Ordo Fransiskan Kapusin (OFMCap) Provinsi Pontianak di Kalimantan Barat. Telah meninggal dunia karena usia sepuh dan penyakit di tanah kelahirannya Swiss, tanggal 26 Agustus 2016:

Uskup Keuskupan Padang Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap yang dikontak Sesawi.Net juga mengiyakan informasi ini. Namun untuk lebih jelasnya, kata Bapak Uskup yang merupakan anggota OFMCap Provinsi Medan, sebaiknya minta konfirmasi pada Provinsialat OFMCap di Pontianak, karena almarhum Romo Agatho Elsener OFMCap adalah imam kapusin anggota Provinsi Pontianak.

romo agato 1Almarhum Romo Agatho Elsener OFMCap. (Ist)

Provinsial Kapusin Provinsi Pontianak, Pastor Amandus OFMCap membenarkan informasi ini, ketika Sesawi.Net mengontak belia langsung di kantornya di Ibukota Provinsi Kalbar. “Benar, beliau telah meninggal dunia beberapa hari lalu di Swiss, tanah kelahirannya. Pemakamannya baru akan dilangsungkan pada hari Rabu besok (WIB),” kata Romo Amandus menjawab Sesawi.Net melalui sambungan telepon.

Alm. Romo Agatho Elsener menerima tahbisan imamatnya pada tahun 1958 dan sejak tahun 1960 datang ke Indonesia menjadi anggota Ordo OFMCap Provinsi Pontianak. Sebagai imam muda, alm. Romo Agato mendapat tugas pelayanan pastoral pertamanya di wilayah Sanggau, Kalbar. Ia memperoleh KTP Indonesia usai menjadi WNI tahun 1983.

Perintis pertanian organik di Cisarua, Bogor

Alm. Romo Agatho Elsener OFMCap adalah nama besar di panggung pertanian organik di Indonesia. Barangkali, beliau merupakan pastor katolik pertama yang merintis model pertanian semacam ini.

Alm. Romo Agatho Elsener memulai karya istimewa ini di Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sejak tahun 1984.

Minatnya mengembangkan pola pertanian organik dia inisiasi ketika menjadi pastor di Sanggau. Karena menyaksikan petani mengalami gagal panen karena serbuan hama dan makin masifnya penggunaan pestisida untuk membasmi hama yang berujung pada pencemaran lingkungan, alm. Romo Agatho mendapat semacam pencerahan bagaimana mereduksi gagal panen karena serangan hama dan meminimalisir pencemaran lingkungan.

Belajar dari model pertanian di Swiss dan kemudian terpengaruh oleh buku The One Straw Revolution besutan penulis Jepang Masanobu Fukuoka, ia mengembangkan pola pertanian berdasarkan sikap manusia terhadap alam dan mengesampingan teknik. Demikian ‘nasehat’ Fukuoka –perintis pertanian organik di Jepang- yang kemudian membakar semangat alm. Romo Agatho mempraktikkan pola bertani yang sama.

Buku The One Straw Revolution besutan Masanobu Fukuoka sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan mengambil titel Revolusi Sebatang Jerami yang diterbitkan oleh Penerbit Obor Jakarta. Buku fenomenal ini sudah mengalami cetak kedua.

Tautan videonya bisa diklik di sini.

pertanian organikLahan pertanian organik (Ist)

Dalam satu dekade terakhir ini, alm.Romo Agatho Elsener OFMCap memutuskan pulang ke tanah kelahirannya di Swiss karena komplikasi berbagai penyakit.

Disebut-sebut di dunia maya, alm. Romo Agatho masih terbilang kerabat dekat pendiri pabrik pisau Victorinox besutan Swiss yang amat kesohor itu. Almarhum adalah cucu pendiri pemilik Victorinox.

Requiescat in pace.

avatar Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.