Restu 42 Uskup, Doa 200-an Imam dan Ribuan Umat Iringi Tahbisan Uskup Bogor Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM (2)

< ![endif]-->

TAHBISAN episkopal Uskup Bogor yang baru Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM pada hari Sabtu tanggal 22 Februari 2014 sungguh merupakan sebuah peristiwa iman yang menggetarkan jiwa. Setidaknya bagi saya pribadi dan barangkali setiap umat katolik yang berkesempatan menghadiri acara tahbisan episkopal Mgr. Paskhalis OFM.

Betapa tidak. Tak kurang 42 orang uskup dari seluruh diosis di Indonesia menyempatkan diri hadir dan mengiringi upacara tahbisan ini dengan restu dan doa-doa mereka. Ke-42 Uskup disertai Kardinal Julius Darmaatmadja SJ –Uskup Emeritus KAJ dan KAS—memberikan restu mereka dengan cara menumpangkan tangan ke dahi Uskup Bogor yang baru: Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM.

Tentu, penumpangan tangan para uskup ini terjadi setelah penahbis utama yakni Mrg. Michael Cosmas Angkur OFM dan kedua penabis tambahan yakni Mgr. Ignatius Suharyo dan Mgr. Hubertus Leteng Pr berkenan terlebih dahulu melakukan ritus liturgi tahbisan imamat berupa tindakan memberi penumpangan tangan di dahi uskup tertahbis: Mgr. Paskhalis.

Tak hanya itu saja. Doa-doa dari sekalian umat katolik yang hadir menyesaki sudut-sudut SICC di Bogor juga menyertai prosesi penumpangan tangan para bapak uskup ini di dahi Uskup Tertahbis.

Karena ini merupakan sebuah peristiwa tahbisan uskup, maka para imam tidak boleh memberikan penumpangan tangan kepada seorang uskup karena bukan imam yang ‘menahbiskan’ uskup; melainkan Uskup lah yang berhak secara resmi menahbiskan para imam.

Para Uskup adalah orang yang paling berhak menahbiskan koleganya sendiri: sesama uskup.

Uskup baru Diosis Bogor Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM bersama Uskup Emeritus Diosis Bogor Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM

Uskup baru Diosis Bogor Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM bersama Uskup Emeritus Diosis Bogor Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM (Provinsi OFM Indonesia)

Konon, hitung-hitungan kasar ada kurang lebih 10.000-an orang hadir mengikuti prosesi tahbisan episkopal untuk Uskup Bogor yang baru ini. Mereka datang dari paroki-paroki di Keuskupan Bogor, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bandung, dan ratusan kerabat serta anggota keluarga Mgr. Paskhalis dari Manggarai, Flores, NTT.

Karya Mgr. Michael Cosmas Angkur

Peristiwa iman berupa acara tahbisan episkopal untuk Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM bagi saya juga merupakan  saat istimewa untuk mengenang karya pelayanan Uskup Bogor sebelumnya: Mgr. Michael Cosmas OFM selama 20 tahun terakhir memimpin Keuskupan Bogor.

Dengan ditahbiskannya Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM sebagai Uskup Bogor yang baru maka dengan sendirinya tugas kegembalaan Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM juga berakhir. Peritiwa peralihan kekuasan’ dan pelayanan kegembalaan rohani’ di Keuskupan Bogor ini sekaligus  mengingatkan kita akan kisah Perjanjian Lama, saat dimana roh Elia hinggap atas Elisa dan dengan demikian perutusan kenabian dilanjutkan.

Demikian juga roh kegembalaan Uskup Bogor lama yakni Mgr. Angkur  juga hinggap pada diri Mgr. Paskahlis yang diberi mandat oleh Gereja Semesta untuk  melanjutkan tugas kegembalaan bagi umat Keuskupan Bogor. Itu antara lain inti pesan homili Ketua Presidium KWI sekaligus Uskup Agung Jakarta dan Administrator Keuskupan Bandung: Mgr. Dr. Ignatius Suharyo Pr.

Marilah kita ketahui bersama, Bapak Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo Pr dalam kapasitasnya sebagai Uskup Agung KAJ secara administratif pastoral juga membawahi dua keuskupan subfragan yakni Diosis Bogor dan Diosis Bandung. Sekalipun demikian, sebagai Uskup Bogor Mgr. Paskhalis juga memiliki otoritasnya sendiri untuk mengatur dan memimpin keuskupannya..

Keuskupan Bogor kini telah berusia 65 tahun. Diosis Bogor jelas membutuhkan tenaga muda untuk mengembangkan bentuk pelayanan yang pas dan baru sesuai dengan tuntutan zaman dan perkembangan masyarakat.

Saya rasa baik sekiranya kita semuanya sebagai Umat Beriman mengucapkan banyak terima kasih kepada Uskup Bogor pendahulu yakni Mgr.  Michael Cosmas Angkur yang telah memberikan fondasi yang kokoh bagi perkembangan Gereja Lokal di Tanah Sunda. Kepada uskup baru tentu saja telah dititipkan banyak harapan baik dari pemerintah maupun umat, terlebih juga dari Tahta Suci melalui Nuncio Mgr. Antonio Guido Filippazi dan para kolega uskup.

Intinya, semua mengajak agar kita semakin berani bertolak ke perairan yang lebih dalam (duc in altum).

Photo credit:

  • Suasana tahbisan episkopal Uskup Diosis Bogor yang baru Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu tanggal 22 Februari 2014 (Pasang Mata/Detik.com)
  • Uskup Emeritus Diosis Bogor Mgr. Dr. Michael Cosmas Angkur OFM bersama penggantinya Mgr. Paskhalis Bruno Syukur OFM (Provinsi OFM Indonesia)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.