Restorasi Buruk, Yesus pun Berubah Wajah Jadi Mirip Monyet

DARI “Ecce Homo”, restorasi malah mengubah wajah Yesus jadi “Ecce Mono” alias dari “manusia berubah jadi kera”. Inilah yang terjadi pada sebuah lukisan agung bergambar Yesus Kristus yang konon sudah berumur 120 tahun. Lukisan “Ecce Homo” (Inilah Anak Manusia) ini sudah lama tergantung pada dinding sebuah gereja dekat Zaragoza, Spanyol. 

Lukisan indah karya pelukis kenamaan Elias Garcia Martinez tersebut tiba-tiba menyedot banyak perhatian karena perubahan drastis akibat hasil restorasi seorang artis amatir di desa kecil tersebut. Cecilia Gimenez yang telah berusia 81 tahun mengklaim bahwa dia telah mendapat izin dari pastur paroki setempat untuk memperbaiki lukisan tersebut. 

Hasil restorasinya benar-benar mencengangkan, karena jauh dari gambar aslinya. Sampai-sampai muncul nama baru untuk lukisan yang tadinya berjudul ‘Ecce Homo’ lalu  diplesetkan menjadi ‘Ecce Mono’ (Inilah Monyet). 

Potret Yesus yang mengenakan mahkota duri dan setengah menengadah ke surga sekarang lebih terlihat sebagai makluk berbulu lebat. Saking parahnya hasil restorasi yang semestinya hanya mengembalikan keindahan asli suatu lukisan, sampai ada yang menjuluki karya baru tersebut sebagai seni restorasi terburuk di dunia. 

Sang artis membela diri bahwa dia sungguh bermaksud baik memperbaiki lukisan yang mulai rusak tersebut. “Saya tidak bekerja sembunyi-sembunyi. Di sini kita biasanya memperbaiki sendiri apa yang rusak,” tandasnya, “lagian, perbaikan ini belum selesai.” 

Awalnya penjaga Gereja Katolik Santuario de la Misericordia di Borja, mengira bahwa telah  terjadi vandalisme alias perusakan atas karya seni tersebut. Namun hiruk pikuk itu terjawab ketika akhirnya Gimenez muncul menyatakan bertanggungjawabnya atas kesalahan artistik yang dia lakukan. 

Anehnya, di internet muncul petisi yang sudah ditandatangani sebanyak 10.000 orang yang meminta agar lukisan versi baru itu tidak usah dikembalikan ke bentuk aslinya. Alasan mereka adalah lukisan baru tersebut mencerminkan situasi politik dan sosial saat ini. 

Sumber: The Age

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: