Renungan Selasa, Gereja Bagai Bahtera

gereja bahtera

KARENA  iman itu msiteri, maka kadang orang ragu-ragu, terutama kalau sedang menghdapi tantangan hidup, baik dalam diri kira pribadi, yang sering dihing-gapi rasa cemas dan takut maupun dalam hidup di msasyarkat. Misalnya pernah terjadi  tiba-tiba ada kelompok garis keras yang menyerang orang Katolik yang sedang beribadat. Pada hal ini terjadi pada  tempat yang biasanya tenang-tenang saja, pasti hati kita bergejolak.

Juga  kalau kita mendengar bahwa ada keluarga yang baik-baik, tiba-tiba didatangi teroris, hingga ada anggota keluarga yang  kena serangan jantung. Pastilah kita merasa bahwa keadaan tidak aman, bahkan merasa ada ancaman. Lalu kita berfikir: “Mengapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi? Dimanakah Tuhan berada?”

Pertama setiap ada kejadian yang mengejutkan tidak perlu membuat kita cemas atau merasa bahwa kita ditinggalkan Tuhan. Malapetaka datangnya tidak setiap hari. Malapetaka ini bahkan kadang untuk menguji iman kita: dapatkah kita selalu mengingat bahwa Tuhan tidak jauh dari kita. Tuhan bahkan mungkin menegur kita:” Mengapa kamu takut”

Yang dapat meneguhkan iman kita adalah: Kalau kita selalu menyadri bahwa Ia menyertai kita selama-lamanya. Bahkan Tuhan mengasihi kita secara perorang-an. Tuhan tidak mencobai kita diluar batas kemampuan kita. Yang menyebab-kan ketakutan itu sebenarnya pikiran kita yang termakan oleh godaan-godaan yang membesarkan adanya bencana, agar kita meragukan Tuhan. Setan pun hadir dalam situasi yang demikian.

Bagi orang Katolik kuno, kita masih diingatkan pada sebauh lagu untuk menghormati Bunda Maria: O kawula menika, palwa upaminya. Alit tur tan prakosa, ngambah ing samodra. Dipun tempuh prahara, lan aluning samodra. Dhuh Dewi Maria, pangayoman amba. Artinya: Saya ini seumpama perahu, kecil dan tidak sentosa, lewat di samodra. Diterpa oleh prahara dan gelombang samodra. O Bunda Maria, jadilah pelindungku.

Dengan nyanyian ini kita pun diingatkan agar kita meneladan Ibu Maria yang dalam hidupnya juga kerap kali melalui aral-rintangan. Tetapi ibu Maria Tabah. Semoga kita juga tidak lupa memohon perlindungan pada Ibu Maria.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.