Menjalani hidup kudus/Foto: Ilustrasi (Ist)


Rahmat adalah kasih karunia Allah yang dianugerahkan bagi kita. Kasih karunia ditawarkan-Nya dalam diri Yesus Kristus. Dengan kasih Karunia-Nya, kita mampu hidup taat sebagai anak-anak Allah. Rahmat Allah membantu kita untuk menguasai daging (tubuh) kita dan mempersembahkan kemurniannya kepada Allah. Rasul Petrus hari ini menasihatikan kita agar hidup kudus, sama seperti Allah adalah kudus.


Sanggup hidup kudus demi Tuhan merupakan suatu kebahagiaan. Sukacita ini tidak berasal dari dunia. Kerajaan Allah menuntut kita meninggalkan hal-hal duniawi, tidak hanya kelekatan daging, tetapi juga kelekatan dengan keluarga dan harta benda. Ada ganjaran berlimpah dijanjikan bagi kita bila meninggalkan kelekatan duniawi itu.


Hidup kudus tidak berarti tidak pernah berdosa. “Kudus” berarti dipisahkan dari dunia dan menjadi milik Allah. Barang kudus adalah barang yang diperuntukkan bagi Allah. Orang kudus adalah orang yang mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Allah. Semua pengikut Yesus dipanggil kepada kekudusan. Hidup kudus tidak eksklusif milik rohaniwan/wati saja, tetapi juga ajakan bagi semua orang Kristen. Semoga kita mampu menyerap ajaran Yesus ini.


Tuhan Yesus, Engkau telah mengurbankan segalanya demi keselamatan kami. Semoga aku dapat mengikuti ajaran-Mu, menjadi kudus dengan mengabdi kepada-Mu dan sesamaku. Amin.


Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...