Renungan Harian, Selasa: 28 November 2017, Luk. 21:5-11

Ilustrasi (Ist)

ARI belajar dari keutamaan seorang bayi. Hidup seorang bayi dimulai dengan relasi mendalam dengan ibunya. Sejak hari pertama ia menjadi embrio hingga saat ia dilahirkan, seorang bayi berada di “jantung” hati ibunya. Kedekatan ini memungkinkan bayi mengenal identitas khas ibunya. Maka, di antara banyak orang yang menyentuh atau memanggilnya, bayi selalu bisa mengenal mana ibunya, Kedekatan yang mendalam memungkinkan pengenalan yang benar.

Dalam bacaan Injil, Yesus mengemukakan adanya kekacuan dan kebingungan tentang jalan keselamatan. Ada banyak tawaran dan pilihan menarik yang bisa mengalihkan perhatian kita dari jalan keselamatan yang sejati. Paus Fransiskus mengingatkan bahaya materialisme yang mengiming-imingi kita kebahagiaan semu.

Dunia memang memberi kita banyak jalan untuk bahagia. Tetapi, Yesus mengingatkan bahwa pegangan kita hanya satu, yaitu Allah. Pertanyaannya, apakah kita mengenal Allah sehingga mampu membedakan suara-Nya dari suara-suara yang lain?

Seperti seorang bayi, pengalaman dan kedekatan dengan Allah menjadi syarat mutlak untuk dapat mengenal suara Allah di antara keriuhan tawaran di sekitar kita. Oleh karenanya, kita diundang untuk semakin menyadari kehadiran-Nya dalam peristiwa hidup sehari-hari, dalam setiap helaan nafas dan langkah hidup, hingga meyakini bahwa Dia sungguh selalu bersama kita.

Tuhan Yesus, ajarilah aku semakin mengenal-Mu dan menyadari kehadiran-Mu dalam kehidupanku. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta.

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.