Renungan Harian, Selasa: 23 Januari 2018, Mrk. 3:31-35

Ekspresi sukacita anak Indonesia/WordPress

ELALUI bacaan hari ini kita merenungkan apa arti persaudaraan dan bagaimana persaudaraan itu bisa dipelihara. Raja Daud memandang seluruh rakyatnya sebagai saudara. Karena itu, ia memperlakukan rakyatnya dengan cara yang sama; memberkati mereka dalam nama Allah dan menikmati perjamuan makan bersama.


Cara yang mirip diperlihatkan pula oleh Yesus. Tuhan Yesus juga melihat siapa pun sebagai saudara. Bagi-Nya, persaudaraan tidak hanya didasarkan pada hubungan dara dan kekerabatan keluarga, namun pada keimanan kepada Allah dan pelaksanaan sabda-Nya. Dengan demikian cakupan siapa yang dipandang sebagai saudara itu sangatlah luas.


Kondisi zaman kita sekarang ini kadang kontras dengan apa yang Daud dan Yesus perlihatkan. Bagi kita sekarang, siapa yang disebut saudara benar-benar terbatas pada hubungan darah, kekerabatan, kesamaan pandangan/ideologi, suku, ras atau karena dinilai sama-sama menguntungkan.

Tentu saja kondisi tersebut harus segera dipulihkan. Sudah saatnya bagi kita sebagai pengikut Kristus untuk mengganggap siapa pun sebagai saudara. Saudara-saudarai kita adalah mereka yang memiliki aneka pandangan, perbedaan ini-itu, dan tak terkecuali mereka yang berseberangan dan tidak menguntungkan kita. Kita menjadi saudara satu sama lain, oleh sebab kesetiaan untuk melaksanakan kehendak Allah.


Ya Bapa, Putra-Mu telah mengangkat aku sebagai saudara-saudari-Nya. Arahkanlah aku juga untuk memperlakukan siapa pun sebagai saudara-saudariku. Amin.


 


Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia


 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: