Renungan Harian, Selasa: 17 Juli 2018, Mat. 11:20-24

Mat 11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
Mat 11:21 “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
Mat 11:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
Mat 11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.
Mat 11:24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

Hari ini kita mendengar kecaman Yesus terhadap kota-kota yang tidak segera bertobat. Kecaman serupa pun dialamatkan untuk kita. Sebab kita acap menerima banyak nasihat, mendengar khotbah-khotbah atau pun mengalami dan melihat kesaksian iman umat tertentu, tetapi kita tidak berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kita layaknya ’ember bocor’ yang tak mampu menampung air. Kita menggunakan waktu secara berlebihan untuk memperjuangkan perasaan dan emosi-emosi sesaat, untuk memiliki dan menampung sebanyak mungkin kekayaan, atau pun untuk memikirkan kepentingan-kepentingan pribadi secara sepihak. Alhasil, Allah luput dari panca-indera kita. Teguran dan sapaan Allah berlalu begitu saja. Kita mengabaikan Allah yang menghampiri kita dalam banyak moment kehidupan. Tidak mengherankan kita menjadi orang yang terpuruk, mudah depresi dan stres, ataupun mengemban kegelisahan yang tidak terkontrol.

Petobatan

Mari kita berbenah diri, agar kehadiran dan karya Allah tidak lepas dari pengamatan kita. Kita patut membangun komitmen untuk menjalin kedekatan secara lebih mendalam dengan-Nya. Sebab, hanya kedekatan dengan A1lah lah yang membuat kita mampu melihat kebocoran di dalam diri dan serentak menambalnya.

Ya Allah, semoga sabda-Mu mendorong aku untuk mendekatkan diri pada-Mu. Sebab, aku percaya bahwa hanya dengan mendekatkan diri, aku akan memperoleh penyembuhan. Amin.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. doa umat dari MATIUS 11:20-24
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: