Renungan Harian: Rabu, 7.03.18 Ulangan 4:1.5-9: Mengajarkan Tradisi Kristiani

Umat tengah berdoa di Gua Maria Marganingsih di Bayat, Klaten. (Laurentius Sukamta)

BACAAN Pertama yang diambil dari Kitab Ulangan yang kita renungkan pada hari ini menceritakan tentang Nabi Musa yang mengajarkan tradisi Israel kepada bangsa yang dituntunnya menuju Tanah Terjanji. Nilai nilai tradisi yang diajarkan oleh Musa kepada bangsa terpilih bersumber dari Allah sendiri yang termuat dalam 5 Kitab Taurat. Diharapkan mereka bangga dengan nilai nilai tradisi itu.


Supaya nilai nilai tradisi itu tidak terhenti dlm satu generasi,  maka harus dilanjutkan dan diteruskan secara turun-tenurun. “Beritahukanlah semua itu kepada anak anakmu, cucu cucu dan cicit cicitmu.”


Dengan menerima ajaran nilai tradisi yang berjumlah  613 perintah, yang terbagi dalam 365 larangan dan 248 perintah, mereka berani berkata, “Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.”


Gereja Katolik juga mempunyai nilai-nilai tradisi Kristiani yang banyak. Nilai nilai tradisi itu misalnya: doa Malaikat Tuhan setiap pukul 06.00 pagi, 12.00 siang dan 18.00 sore. Kebiasaan untuk berdoa sebelum dan sesudah makan.


Juga membaca Kitab Suci. Pantang dan puasa, tidak makan daging pada hari Jumat dll.


Masih banyak tradisi tradisi Kristiani yang bisa mengarahkan hidup kita nenjadi bijaksana.


Ajarkan pada generasi muda


Nilai nilai tradis Kristiani itu mesti kita ajarkan dan kita wariskan kepada anak, cucu, dan cicit kita. Namun sebelum kita wariskan kepada mereka, kita yang tua ini terlebih dahulu telah menghidupinya.


Ajari anak anak kita untuk berdoa. Wariskan kebiasaan doa ini kepada anak, cucu, cicit kita.


Sekali lagi, sebelum kita ajarkan dan kita wariskan, hidupi terlebih dahulu nilai nilai tradisi Kristiani itu dlm hidup kita.


Semoga akhirnys anak anak, cucu dan cicit kita berani bersaksi: Memang keluarga besar kami ini adalah keluarga besar yang bijaksana dan berakal budi.


Salam menghidupi Tradisi [email protected]


Romo Andrianus Maradiyo Pr

Imam diosesan KAS asal Paroki St. Stanislaus Girisonta, sekarang berpastoral di Paroki St. Perawan Maria Bunda Kristus Wedi – Klaten.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.