Renungan Harian, Rabu: 01 November 2017, Mat. 5:1-12a

Kekudusan

ARI ini kita merayakan kekudusan, sebuah “derajat” yang sering diidentikan dengan kebahagiaan dan kemuliaan. Sabda Tuhan hari ini mengundang kita merenungkan kekudusan melalui dua teropong: rahmat dan harapan.


Pada prinsipnya, hanya ada satu yang kudus, yaitu Allah. Oleh karena itu, manusia sebenarnya hanya mengambil bagian dalam kekudusan Allah. Kekudusan manusia dimungkinkan oleh kasih Allah yang memberi ruang kepada manusia untuk hidup dalam kemuliaan dan kebahagiaan bersama-Nya. Maka, di titik pertama, kekudusan adalah pertama-tama rahmat Allah. Namun, kekudusan bukan sebuah program yang dipaksakan Allah kepada manusia. Oleh karena itu, di titik kedua, di sisi manusia, kekudusan adalah harapan. Bukan harapan yang menunggu, tetapi harapan yang diperjuangkan. Demikianlah Tuhan Yesus Kristus mengundang kita untuk menjadi bahagia melalui “delapan Jalan Kebahagiaan”. Santo Yohanes Pembaptis menegaskan, “Semua orang yang mempunyai harapan ini terhadap Kristus, menjaga dirinya supaya sungguh-sungguh suci, bersih dari dosa sebagaimana Kristus juga suci” (1 Yoh. 3;3).


Kita adalah manusia yang dirahmati sekaligus selalu dipenuhi harapan. Tidakkah itu sungguh membahagiakan?


 Allah Bapa sumber belas kasih, berilah aku kekuatan dalam iman dan harapan untuk menghidupi kekudusan dengan sukacita. Amin.


 


Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta


 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.