Renungan Harian, Minggu: 22 Oktober 2017, Mat. 22:15-21

Identitas iman Kristiani

erikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat. 22:21). Yesus mengajarkan kepada kita agar secara bijak menempatkan identitas keberimanan kita di tengah hidup bermasyarakat dan bernegara. Sebagai orang beriman, tuntutan dan perwujudan iman menyata dalam kehidupan dengan tatanan sosial yang mengatur hidup demi kebaikan bersama. Iman mesti dihidupi dalam sikap dan tindakan di tengah keragaman manusia dan kehidupannya. Hidup beriman tidak boleh mengesampingkan kehidupan bernegara, begitupun sebaliknya. Oleh karenanya, hidup beriman tidak terpisah dari realitas sosial di mana pun manusia berada.


Nabi Yesaya menegaskan kebaikan dan pendampingan Allah diberikan melalui orang-orang yang dianugerahi kebijaksanaan untuk menuntun hidup masyarakatnya (bdk. Yes. 45:1). Pendampingan Allah membawa orang agar semakin mampu menyatakan dan menunjukkan imannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Allah semakin dikenal dalam kehidupan banyak orang karena cinta-Nya diberikan bagi siapa saja (bdk. Yes. 45:7). Rahasia universalitas cinta Allah ini patut disyukuri. Dunia manusia adalah lahan dan perwujudan iman akan Yesus Kristus Tuhan kita.


Tuhan Yesus, berkatilah negaraku ini. Anugerahkanlah damai sejahtera dan solidaritas kasih dalam hidup setiap orang sehingga nama-Mu semakin dimuliakan. Amin.


 


Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta


Kredit Foto     : Ilsutrasi (Ist)


 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: