Renungan Harian, Minggu 22 Mei 2016

HR Tritunggal Mahakudus

Bacaan: Rom 5:1-5

Hasil pembenaran

5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. 5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. 5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Renungan

Iman kepercayaan dan sekaligus sebagai mistery agung dalam Gereja adalah Allah Tritunggal Mahakudus. Setiap orang Kristiani beriman pada Allah Tritunggal namun juga sekaligus tidak mampu untuk memahami misteri agung itu. Sepanjang sejarah kekristenan, tidak pernah sekalipun seorang cerdas dalam Gereja mampu menjelaskan dengan terang perakara misteri agung ini. Iman akan Allah Tritunggal juga menjadi serangan yang khas bagi orang-orang Kristiani. Mereka yang tidak mempunyai iman terlebih dahulu untuk mengerti, tidak akan pernah bisa memahami jalan pikiran iman Allah Tritunggal. Maka berdialog apapun akan menuju pada hasil yang nihil. Gereja sudah sejak awal, dengan berbagai perdebatan dan pemikiran, disertai iman bapa-bapa Gereja, meyakini bahwa Allah Tirtunggal adalah Allah yang satu dan sama, yang menghendaki keselamatan manusia, bukan kebinasaan manusia.

Misteri agung Allah Tritunggal tidak pernah berangkat dari pengetahuan sebagai pijakan pertama. Orang Kristiani sampai pada keyakinan akan Allah Tritunggal berangkat dari pengalaman iman, bukan dari pengalaman kognitif bahwa menemukan rasionalitas dalam misteri agung itu. Jika Allah Tritunggal semata-mata dimengerti sebagai bilangan numeric satu tiga, tiga satu, kita tidak akan pernah ketemun dengan misteri agung yang penuh kasih itu.

Merenungkan Allah Tritunggal seperti apa yang direnungkan St. Paulus justru malah akan membawa buah iman yang mendalam. Mengimani Allah Tritunggal berarti kita masuk dalam lingkaran kasih karunia Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. St. Paulus menegaskan bahwa di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Buah dari iman kita itu adalah menerima kemuliaan Allah. Paulus mengingatkan kepada kita bahwa kita dibenarkan bukan karena perbuatan-perbuatan kita, namun kita dibenarkan karena iman.

Dengan iman yang mendalam akan Allah Tritunggal, Paulus mengatakan bahwa kita bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Iman akan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus senantiasa membawa kita pada pengharapan. Pengharapan itulah yang senantiasa mambawa sukacita, ada pengharapan maka ada kehidupan. Orang yang sudah tidak mempunyai harapan seperti orang yang mati ketika masih hidup. Di dalam Allah Tritunggal hadirlah harapan pasti akan keselamatan hidup abadi. Harapan pasti itu sudah semestinya menggerakkan hati setiap orang beriman untuk bertindak atas keadaan yang ada di sekitar. Seorang beriman yang mempunyai harapan tidak mungkin hanya tinggal diam ketika melihat sesamanya mengalami penderitaan.

Pada kesempatan yang istimewa ini, mari kita mohon rahmat Tuhan supaya iman kita semakin ditambah, iman kita terbuka senantiasa pada rencana dan kehendak Tuhan. Pengetahuan kita tidak mungkin sampai kapanpun mencukup untuk mengerti dan memahami misteri agung Allah Tritunggal. Namun demikian, bukan berarti kita berhenti mencari dan mengimani Allah Tritunggal. Dengan modal iman kepercayaan, setiap hari kita senantiasa mencari dan menemukan kehendak Tuhan atas hidup kita.

Doa

Ya Tuhan, ampunilah kami orang-orang berdosa ini. Kami mohon, tambahlah iman kami kepada-Mu. Semoga kami tidak hanya mengandalkan logika dalam beriman. Ajarilah kami untuk mengerti misteri agung dengan bertolak dari pengalaman personal kami akan kasih dan hidup yang senantiasa Engkau limpahkan kepada kami. Semoga dengan demikian kami mampu juga membagikan kasih dan hidup itu kepada sesama kami. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.