Gereja sebagai persekutuan umat Allah/Foto: Katolisitas Indonesia


Renungan Harian Mat 12:14




























Mat 12:14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.

Mat 12:15 Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (12-15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

Mat 12:16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,

Mat 12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:

Mat 12:18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

Mat 12:19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.

Mat 12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

Mat 12:21 Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”


Sahabat beriman yang terkasih. Gereja merupakan persekutuan umat yang mendasarkan imannya pada Yesus Kristus. Sejak awal, Gereja mengimani bahwa Yesus merupakan pribadi yang pada-Nya Roh Allah bersemayam, yang pada-Nya Allah berkenan, sehingga hukum dan ketetapan Allah akan diwartakan ke segala bangsa. Hari ini kita menyaksikan kebenaran iman ini. Gereja berusaha membuat dunia tetap berada dalam koridor Allah. Begitu banyak tantangan dan hambatan yang dialami oleh Gereja dari jaman ke jaman. Tidak sedikit usaha untuk melumpuhkan dan menumpulkan daya pewartaan Gereja. Namun. keyakinan bahwa Allah menaruh Roh-Nya sendiri di dalam Gereja, lebih besar dibandingkan dengan kecemasan dan ketakutan terhadap tantangan dan hambatan itu.



Kita pun merupakan bagian dari gereja Kristus. Kehadiran kita entah perorangan pun berkomunitas, merupakan kehadiran yang mengandung Roh Allah. Identitas ini harus kita pertanggungjawabkan semaksimal mungkin. Kehadiran kita mestinya menjadi kehadiran yang bernuansa pewartaan. Kehadiran kita mestinya menjadi kehadiran yang mencerahkan; yang memberi peneguhan bagi mereka yang patah semangat, yang meiahirkan solusi bagi mereka yang tengah kebingungan, yang menunjukkan arah kebenaran bagi mereka yang tengah terjebak dalam kesesatan. Kehadiran kita mestinya menjadi kehadiran yang membuat semakin banyak orang mengarahkan pandangannya pada kebenaran, padaAllah sendiri. Semangat hidup seperti inilah yang dikehendaki oleh Yesus, pun juga sebagai wujud konkret kesatuan diri kita dengan Sang Hamba Allah itu.


Ya Allah, bangkitkanlah  semangat membara dalam diriku, agar kehadiranku sungguh – sungguh menampakkan kehadiran Yesus Kristus Putra-Mu. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...