Renungan Harian, Kamis: 19 Juli 2018, Mat. 11:28-30


Mengapa gelisah/Ilustrasi


Renungan Harian, Kamis: 19 Juli 2018, Mat. 11:28-30













Mat 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Mat 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Mat 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”


Sahabat beriman terkasih. Allah menghendaki agar kita menjalani kehidupan ini dengan kedamaian dan ketentraman. Namun nyatanya, hal itu tidak berlangsung demikian. Sebab, banyak manusia yang masih hidup di luar aturan Allah. Ada banyak orang yang mengalami kegelisahan dalam hidup. Rasa damai dan ketentraman seakan menjadi sesuatu yang begitu mahal untuk diperoleh. Berhadapan dengan situasi manusia seperti ini, Yesus menawarkan diri-Nya sebagai solusi terbaik.


Kegelisahan dan Ketidak-damaian kerap kali tercipta karena kita terlalu meletakkan di atas bahu kita kepentingan dan keinginan duniawi yang begitu banyak. Bahkan karena terlalu banyak, kita sendiri tidak lagi mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Maka sebenarnya kita sendirilah yang menciptakan beban dalam hidup ini. Di saat kepentingan dan keinginan kita tidak terpenuhi aiau terhambat, kita menjadi stres, mudah emosional, hidup seakan penuh tekanan, merasa gelisah, dan bahkan putus asa.


Hidup bersama Yesus merupakan jaminan hidup yang melegakan. Sebab, hidup bersama-Nya serupa dengan hidup bersama Allah. Dan, Allah tidak akan membiarkan ciptaan-Nya hidup dalam ketakutan dan kegelapan. Sabda-sabda Yesus ibarat petunjuk praktis dari Allah agar manusia memiliki hidup yang tepat. Namun, ‘mengapa tkita tetap gelisah sekalipun sudah mendatangi  Yesus?’ ‘Mungkin saja kita datang, tapi enggann mendengarkan apa yang Dia anjurkan.’


Ya Allah, kini aku menyadari bahwa kegelisahan adalah produk diriku sendiri. Semoga aku bisa menyimak sabda-Mu sehingga bisa merasuk sampai di kedalaman batinku. Semoga hidupku melulu digerakkan oleh kehendak-Mu dan bukan oleh kepentingan pribadiku. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: