Bunuh diri/Foto: Ilustrasi (Ist)

Mat 16:13Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Mat 16:14Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Mat 16:15Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Mat 16:16Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Mat 16:17Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Mat 16:18Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Mat 16:19Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Mat 16:20Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Mat 16:21Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Mat 16:22Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Mat 16:23Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”


JEPANG menjadi salah satu negara yang anak – anak dan kaum mudanya melakukan bunuh diri tertinggi di dunia. Namun, di sisi lain Jepang juga menjadi salah satu negara yang jarang terjadi konflik terbuka di tengah-tengah masyarakatnya. Konon, angka kematian bunuh diri yang semakin signifikan ini terjadi karena suasana kehangatan, keterbukaan dan dialog yang kurang terjalin di tengah-tengah hidup keluarga dan komunitas. Kuantitas dan kualitas perjumpaan dan dialog hati tidak terbangun di setiap keluarga karena kesibukan masing-masing anggota keluarga. Anak-anak dan anggota keluarga dan komunitas tidak mempunyai cukup waktu untuk melakukan perjumpaan hati ke hati.


Injil hari ini memaparkan kepada kita bagaimana dialog yang mendalam terjalin antara Yesus Sang Guru dan para Rasul-Nya sebagai pengikut dan murid Yesus. Sebuah relasi yang sangat dekat, intim, terbuka dan mendalam terjadi di dalam anggota komunitas yang dibangun oleh Yesus. Bagi mereka yang dipanggil untuk hidup berkeluarga, ciptakanlah relasi mendalam di antara anggota keluarga Anda dengan menyediakan waktu yang cukup untuk bersama. Bagi saudara-saudari yang dipanggil untuk menjadi imam, biarawan/wati. Ciptakanlah komunikasi yang mendalam dalam kehidupan Anda.


Ya Yesus, aku percaya akan kerahiman dan kemurahan hati-Mu. Mampukanlah aku membangun keluarga dan komunitas yang terbuka dan saling menghargai. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.