Renungan Adorasi: Jumat, 13 Februari 2015

yesus menyembuhkan orang sakit by radiant

Kej. 3:1-8; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 7:31-37

… Ia membuat segalanya baik. Yang tuli dibuat mendengar yang bisu berbicara….

DALAM beberapa hari ini Injil mewartakan kepada kita bahwa Yesus tidak pernah mengabaikan orang yang datang kepadaNya dengan penuh iman. Bahkan apa pun yang dibuaNya baik adanya. TindakanNya selalu istimewa indah dan penuh kasih.

Hari ini kita baca kisah tentang Yesus yang menyembuhkan orang tuli dan gagap/bisu. Yesus memisahkannya dari orang banyak lalu bertindak. Yesus memasukkan jariNya ke telinga orang tuli itu dan menarik lidahnya dan sembuhlah ia.

Apa makna tindakan ini bagi kita? Menurut St. Gregorius Agung, seorang Bapa Gereja abad ke-6, jari Yesus itu lambang Roh Kudus. Roh Kudus sering disebut jemari Allah. Maka ketika dengan jariNya Yesus ndulek telinga orang tuli itu dan ndudut lidahnya, Yesus sedang membuka jiwanya kepada iman berkat anugerah Roh Kudus.

Oleh Roh Kudus, Yesus telah melakukan segalanya baik. Itulah sebabnya semua orang merespon karya mujizat ini dan berkata: Ia membuat segalanya baik. Yang tuli dibuat mendengar yang bisu berbicara.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita percaya kepada Yesus bahwa tiada beban hidup kita yang tidak menjadi perhatianNya. Ia memperlakukan kita dengan kasih dan kebaikanNya. Ia pun memanggil kita untuk berlaku sama terhadap sesama seperti Dia telah memperlakukan kita dengan cintaNya.

Tuhan Yesus Kristus, semoga Roh Kudus yang tinggal dalam diri kami memampukan kami mengasihi seperti Dikau. Biarlah kami menyatakan kebaikan dan belas kasihMu kepada sesama. Semoga kami peduli pada kebutuhan sesama kini dan selamanya. Amin.

On the way ke Kidul Loji, Yogya untuk ikut Ibadat Ekumene dalam rangka Pekan Doa Sedunia yang tertunda. Lebih baik tertunda dari pada tidak sama sekali..

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.