Renaisans – Talita Kum – Kebangkitan

download

Renaisans – Talita Kum – Kebangkitan

Tulisan para tokoh jenius di Harian Kompas hari Minggu, 28 Juni 2015 menarik untuk direnungkan. Para penulis memberikan komentar dan refleksi berkibarnya Harian Kompas sebagai media komunikasi cetak yang telah 50 tahun. Tema yang diangkat adalah “Memanggungkan Keindonesian”. Di halaman depan, ada artikel berjudul “Kebangkitan Indonesia”. Judul ini pasti mempunyai maksud mendalam dari harapan dan pemikiran untuk membangkitan Negara Indonesia yang sedang terpuruk. Di halaman lain, seorang tokoh menulis dengan sub judul Renaisans (Renaissane: Latin). Secara etimologi Renaissance berasal dari Bahasa Latin, yaitu kata Re: kembali, dan naitere: lahir. Secara bebas kata Renaissance dapat diartikan masa peralihan antara abad pertengahan ke abad modern yang ditandai dengan lahirnya berbagai kreasi baru.
Pada hari Minggu XIII/B, Bacaan Injil mengkisahkan Tuhan Yesus membangunkan seorang anak gadis yang mati dengan berkata Talita Kum dalam Bahasa Aram (Mrk 5:41). Talita Kum berarti bangunlah atau bangkit dari kematian. Situasi Talita Kum adalah situasi kematian. Yesus berkata Talita Kum karena ada situasi kematian.
Dalam Bahasa Indonesia, kata bangkit berarti mengangkat tubuh dan bergerak. Bangkit membutuhkan usaha dan perjuangan agar bangun dari duduk dan tidur. Duduk dan tidur merupakan aktivitas yang tidak membutuhkan banyak tenaga. Banyak orang terbuai ketika sudah duduk dan tidur di tempat nyaman. Jika tidak hati-hati, duduk dan tidur membuat seseorang tidak berbuat apa-apa.
Renaisans, Talita Kum, dan Kebangkitan merupakan istilah kata yang mempunyai makna hampir sama, yaitu bangun atau bangkit atau bergerak. Bahwa kata Renaisans, talita kum, dan bangkit muncul karena berlatarbelakang kematian atau kelesuhan suatu Negara atau peristiwa. Kata Renaisans, talita kum, dan bangkti perlu digemakan agar kita sebagai komunitas, kelompok, dan Negara tersadar untuk semakin waspada.
Renaisans, talita kum, dan bangkit bisa kita gemakan tanpa harus mengalami mati atau masa krisis terlebih dahulu. Roh renaisans, talita kum, dan bangkit bisa dihayati sebagai semangat hidup pada situasi normal. Artinya, dengan menggemakan semangat bangkit, kita semakin berwaspada dan siap siaga. Ketika mau jatuh, kita sudah siap kuda-kuda dan tangan untuk menopang tubuh. Namun ketika mengalami krisis, kita pun berjuang untuk bangun dengan berbagai cara yang benar.
Renaisans, talita kum, dan bangkit merupakan roh yang menghidupkan suatu bangsa dan seseorang. Semoga kita menggemakan semangat renaisans, talita kum, dan bangkit tidak harus mengalami krisis dulu. Semangat bangkit tetap kita gemakan mulai dari sekarang dan dalam keadaan normal sekalipun. Renaisans, talita kum, dan kebangkitan membawa semangat kita sebagai umat beriman Katolik untuk berani juga Memanggungkan Kekatolikan sebagai Gereja.

Feel free untuk renaisans, talita kum, dan bangkit.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.