Rapat Koordinasi PSE Dekanat Timur Keuskupan Purwokerto


HARI Raya Nyepi tahun ini terasa istimewa, karena bertepatan dengan gerhana matahari total yang melewati sebagian wilayah Indonesia.


“Romo, nanti kita di jalan gelap ndak ya Mo, kan gerhana matahari total?” kata Mbak Cicil, salah satu staf PSE, sebelum berangkat ke Wonosobo.


Rabu, 9 Maret 2016, kami memang pergi ke Wonosobo. Pk. 07.00 kami berangkat dari halaman Keuskupan, keadaan memang semburat-semburat gelap di langit seperti mendung.


Kami rapat koordinasi PSE-PSE Dekanat Timur di aula Pastoran Wonosobo.


Pk. 09.00 kami sudah sampai di sana. Tampak Pak Hertanto, Istri dan Mbak Tina sudah siap berjaga menyambut kami. Di meja  bagian depan mereka, tampak gelas dan minum, serta snack sudah tersedia.


Kami bertiga: saya, Pak Sulis, dan Mbak Cicil adalah yang pertama datang, tentu selain Pak Hartanto dan Mbak Tina sebagai Tim PSE Paroki Wonosobo. Meja dan kursi sudah disusun sedemikian rupa, lengkap dengan LCD-nya di bagian utara aula itu. Pk. 10.15 menit, molor 15 menit dari waktu yang ditentukan dalam undangan, Pak Sulis sebagai MC siang itu membuka acara dengan doa, ucapan selamat datang dan terimakasih, serta perkenalan.


Dari Paroki Purworejo, hadir 3 orang: Pak Santos, Pak Rudy, dan Pak Harry. Dari paroki Purwosari, hadir 4 orang: Romo Yos Santoso, MSC (Romo Sub-Komisi PSE Dekanat Timur), Ibu Anna, Sr. Alfonsa, PMY, dan Ibu Sri.


Dari Paroki Kutoarjo, hadir 2 orang: Pak Setyasa dan Mas Jatmiko.


Dari Paroki Kapencar, hadir 2 orang: Pak Ludari dan FX. Pardjito.


Dari Paroki Wonosobo sendiri, hadir 3 orang: Pak Hartanto, Mbak Tita, dan Pak Bambang.


dekenat timur by romo stef maret 2016 c


Sebagai Ketua Komisi PSE/APP KP, saya mengawali dengan menjelaskan maksud pertemuan yang diadakan di dekanat-dekanat.


“Saya merasa pertemuan-pertemuan PSE di tingkat Dekanat dirasa lebih efektif dapat mendekati persoalan-persoalan di tingkat paroki dibanding dengan pertemuan komunal tingkat keuskupan di HG. Selain, pertemuan ini dimaksudkan juga untuk menyamakan platform kerja PSE yang meliputi 3 bidang kerja, yaitu APP, HPS, dan CU seperti halnya di PSE KWI.”


Menukik bagian yang lebih dalam, penjelasan satu per satu dimulai dengan APP, HPS, dan CU. Bagian terakhir ini dijelaskan oleh Mbak Cicil, Staf Komisi PSE bidang CU.


Setelah itu, masing-masing paroki mensharingkan berbagai program terkait dengan tiga bidang kerja PSE tadi. Komisi PSE KP sudah membagikan lembaran dalam undangan sebelumnya yang diharapkan sudah diisi sehingga tinggal laporan saja. Tampak masing-masing paroki memiliki kekuatan tersendiri dalam gerak kerasulan sosial ekonominya, tentu lengkap juga dengan persoalan-persoalan khusus yang mereka hadapi.


dekenat timur by romo stef maret 2016 b


Seperti misalnya Tim APP Paroki Purwosari yang bertanya mengenai berapa jumlah yang mesti disetorkan ke Panitia APP Keuskupan. Dalam buku panduan APP, dikatakan di sana bahwa jumlah bersih yang disetorkan ke Keuskupan adalah jumlah seluruh APP di paroki itu dikurangi biaya operasional seperti misalnya pengumatan, rapat-rapat, dan pengadaan kotak APP.


PSE Paroki Purworejo mempertanyakan mengenai kriteria untuk memperoleh APP Nasional. Kriteria yang paling jelas dari APP Nasional adalah bahwa dana itu bukan diperuntukkan untuk perorangan, tetapi melibatkan masyarakat atau semakin banyak orang, selain pertama-tama yang lebih penting adalah bukan melulu soal pembangunan fisik tetapi manusianya yang dibutuhkan.


PSE Paroki Kutoarjo mengusulkan supaya bantuan dana APP dari Keuskupan juga mencakup untuk modal awal usaha karena yang dapat membantu hanya APP. PSE Paroki Kapencar sedang mem-badanhukum-kan CU yang dimilikinya, dan dibeayai oleh pemerintah. Ketua Komisi PSE KP sekedar mengingatkan supaya berhati-hati dengan dana itu, harus jelas berapa yang diterima supaya kalau nanti ada risiko-risiko yang mesti ditanggung, CU tidak mengalami kerepotan tersendiri.


PSE Paroki Wonosobo terlibat dalam gerak CU Lestari yang menjadi karya rintisan para Suster PMY, selain mereka mengungkapkan bahwa selama ini tidak pernah mengirimkan proposal APP ke Keuskupan karena memang sudah dapat dibeayai sendiri dari dana yang dipunyai di paroki.


Di akhir sesi, Romo Yos Santoso MSC mengungkapkan bahwa beliau hadir dalam keraguan apakah masih sebagai Sub-Komisi PSE di Dekanat Timur atau tidak. Namun, demikian beliau merasa bahwa di Purwosari, paroki tempat beliau bertugas sekarang, beliau juga ikut terlibat dalam gerakan tani organik bersama dengan Suster PMY di sana, sehingga kehadiran beliau dalam rapat ini sedikit banyak memiliki kaitan dalam karya pastoralnya.


Pk. 13.00 waktu Wonosobo, kami mengakhiri rapat koordinasi PSE-PSE Dekanat Timur dengan doa penutup dan makan siang bersama. Pak Hartanto dan Tim PSE dengan sangat baik menyiapkan semua, termasuk makan siang soto dan tempe gorengnya.


Terima kasih untuk kehadiran teman-teman PSE dari paroki-paroki Dekanat Timur. Terima kasih untuk PSE Paroki Wonosobo atas kesediaan untuk menjadi tuan rumah dalam rapat koordinasi kali ini.


Domine Ad Quem Ibimus,


StefPr  – Ketua Komisi PSE/APP KP

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: