Redaksi Sesawi.Net dan tim Dokpen KWI diundang berbincang di Radio Montini Manado pada hari Sabtu siang tanggal 1 Oktober 2016 dalam rangka persiapan Indonesian Youth Day 2016 di Manado. (Mathias Hariyadi/Ist)

RUANGAN berlapis karpet merah itu tidak bisa dibilang besar. Lebih tepat mungil untuk ukuran sebuah studio siaran radio di pusat kota Manado. Di balik bilik kaca ruangan kecil itu duduk manis Eka, sang penyiar yang di hari Sabtu menjelang siang tanggal 1 Oktober 2016 tengah menggawangi acara siaran radio tentang pernak-pernik Indonesian Youth Day 2016 di Manado.

Di meja kecil yang langsung berhadapan dengan Eka, tersedia satu unit laptop, satu buah mikrofon, dan beberapa kertas kecil untuk mencatat sesuatu. Selebihnya kosong dan ruangan steril suara dari luar itu hanya ‘berisi’ Eka, sang penyiar.

Kami datang menyambangi Studio Montini atas undangan Pastor Steven Lalu Pr, Direktur Radio Montini yang baru saja menyelesaikan studi komunikasinya di Roma persis setahun lalu. Imam diosesan Keuskupan Manado ini sekarang juga didapuk menjadi Ketua Komsos Keuskupan Manado.

Sebelumnya, Radio Montini ada di bawah kendali Romo Rheinner Saneba, juga imam diosesan Keuskupan Manado. Romo Rhein –demikian panggilan imam kelahiran Pulau Banggai di Provinsi SulawesiTengah ini- memegang kendali Radio Montini selama kurang lebih delapan tahun.  Ia membangun pondasi kuat untuk pengembangan radio swasta ini dan kini  Romo Steven Lalu tinggal meneruskannya.

Kopi darat

Perkenalan kami dengan Romo Steven terjadi melalui ‘jalur udara’ di frekuensi maya. Melalui komunikasi di jalur virtual inilah, pertemanan kami dibangun sejak setahun terakhir itu dan akhirnya kami bisa bertemu ‘kopi darat’.

Perjalanan ‘kopi darat’ itu terjadi, mula-mula di Pastoran Gereja St. Fransiskus Xaverius Pineleng –lokasi media center Panitia IYD 2016 Manado. Barulah kemudian,  kami bersama meluncur ‘ke bawah’ ke Stasiun Radio Montini yang berlokasi tidak jauh dari Stadion Olah Raga Klabat. Di depan gedung bangunan kompleks radio swasta katolik milik Keuskupan Manado ini, tertera prasasti yang ditandatangani pada tanggal 13 Juli 1974  oleh Nuncio Apostolik  Dubes Vatikan untuk Indonesia waktu itu: Mgr. Vincenzo Maria Farano.

Menurut Romo Rhein Pr yang tahu benar mengenai sejarah panjang kilas balik Radio Montini,  dulunya  kompleks bangunan itu merupakan sebuah wisma dengan nama “Montini” yang memang dipakai untuk mengenang ‘nama asli’ Paus Paulus VI: Kardinal Montini. Namun, ketika Menteri Agama RI Alamsyah Prawiranegara melarang nama-nama berbau ‘asing’, maka nama resmi Montini kemudian ‘diplesetkan’ menjadi sebuah akronim berbahasa Indonesia yakni “Modulasi Nada Titian Inspirasi Jaya Manado”.

***

Perhelatan iman skala nasional berlabel Indonesian Youth Day 2016 di Keuskupan Manado resminya baru akan berlangsung sejak 1-6 Oktober 2016. Namun, kabar tentang hal itu  sudah  menjadi isu obrolan menarik bagi awak redaksi juru gawang Radio Montini.  Acara resminya belum dimulai,  karena hari-hari awal IYD 2016 hanya ‘berisi’ laporan liputan penjemputan kontingen-kontingen dari banyak keuskupan di Indonesia. Namun toh, Radio Montini sudah membuat diri sibuk dengan urusan ini.

Peristiwa besar hajatan iman skala nasional berlabel IYD 2016 di Manado dengan peserta ribuan OMK dari seluruh Keuskupan di Indonesia ini tentu punya ‘daya pikat’ menarik bagi ribuan pendengar setia Radio Montini. Karena itu, selama pekan-pekan terakhir menjelang berlangsung IYD 2016 di Manado, Radio Montini sudah sangat aktif mengkampanyekan program acara iman ini.

Apalagi IYD 2016 di Manado ini akan dihadiri oleh tak kurang 2.600-an orang OMK dari seluruh kawasan Indonesia plus 25 orang delegasi peserta ‘luar biasa’ dari Keuskupan Agung Kota Kinabalu di Negeri Sabah, Malaysia Timur dan sejumlah OMK lainnya di Timor Leste. Tak kurang sebanyak 24 Uskup dari seluruh Indonesia akan hadir pada kesempatan ini.

Karenanya, beberapa peserta IYD 2016 lalu diundang ke Radio Montini untuk sekedar berbagai cerita dan rasa pernak-pernik mereka mengikuti perhelatan besar di kalangan OMK dari seluruh penjuru Indonesia ini. Bahkan, kata Romo Steven, “Bapak Uskup Keuskupan Manado Mgr. Joseph Theodorus Suwatan MSC pun pernah sekali waktu datang dan berkenan ngobrol di ruang virtual ‘Sambung Rasa’ selama hampir 1,5 jam menyapa publik audiens  Radio Montini.”

Dengan publik audiens Radio Montini, Mgr. Suwatan akhirnya  menyapa umat katolik Keuskupan Manado dan sekalian publik pendengar lainnya untuk bertukar pikiran tentang A-to-Z Indonesian Youth Day ke-2 tahun 2016 di Keuskupan Manado ini.

Tak ayal, kedatangan kami di  Radio Montini di hari Sabtu menjelang siang tanggal 1 Oktober 2016 kemarin itu pun juga menjadi momentum bagi awak redaksi untuk menyampaikan maksud dan tujuan kami selama meliput acara IYD 2016 ini.

Diawaki oleh Ave, penyiar muda Radio Montini, kami pun didaulat menceritakan pernak-pernik perasaan kami selama  mengikuti hari-hari pra-IYD di Kota Manado ini.

Kalau Media Center di Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng menjadi stasiun informasi bagi awak media dan pemerhati lainnya di jalur komunikasi verbal, maka melalui Radio Montini inilah seluk-beluk IYD 2016 diwartakan  melalui jalur udara.

Tautan referensi: http://www.dokpenkwi.org/2016/10/02/radio-montini-indonesian-youth-day-2016-manado-di-jalur-udara/

Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Published by Wilhelmina Sunarti

Membaca firman Allah setiap hari akan menjaga hati kita dari rasa lelah dalam memikul salib kita. Semoga tulisan para gembala yang ada pada website kami bermanfaat bagi Saudaraku semua. Salam damai dalam kasih Kristus...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.